zikrullah n doa

Senin, 19 Agustus 2013

.:. Tentang Cinta .:.

Cinta...
Satu kata yang bermakna jamak,yang mampu membawa pemerannya dalam sebuah drama kesedihan ataupun drama kebahagiaan.betul bukan?

tapi,tidak semua makluk sama mendefinisikan apa itu makna cinta yang sesungguhnya.ada yang berkata cinta itu indah,penuh warna,menyenangkan.ada pula yang menyerukan cinta itu menyakitkan,kelabu,dan menyengsarakan.itulah cintanya manusia kepada manusia,yang memiliki arti yang berbeda beda.
bagi mereka yang sedang jatuh cinta tentu saja mereka akan mengartikan bahwa cinta itu indah dan penuh warna,tapi bagi mereka yang pernah terluka tentu saja akan berkata cinta itu menyakitkan dan kelabu.

Bicara mengenai cinta ada banyak macamnya,
ada cinta kepada RAAB,ada cinta kepada ROSUL,ada cinta kepada orang tua,cinta kepada saudara,dan cinta kepada sahabat.tapi,cinta yang paling agung dan menguntungkan di antara cinta cinta yang lain adalah cinta kepada RAAB dan ROSULNYA.kenapa bisa begitu?karna cinta kepada RAAB kita tak akan pernah mengenal apa itu kata kecewa.cinta kepada RAAB kita akan semakin melahirkan kepuasan,kebahagiaan,dan keselamatan pada diri kita sendiri.
tanpa kita sadari sering kita terbuai dalam indahnya kata cinta yang di hadirkan dari sesama manusia yang berlawanan jenis yang kemudian tercipta sebuah hubungan yang di sebut pacaran.sang pelakon kisah cinta terbuai dalam indahnya bunga bunga dalam taman kasmaran,terlena hingga keduanya lupa bahwa pacaran tidak pernah di ajarkan dalam agama kita. Tak ada salahnya memang bila kita merasa jatuh cinta tapi hendaklah kita bisa dengan bijak dan benar dalam menempatkan kata cinta kepada definisi yang tidak menyimpang dari ajaran agama kita. cinta yang berdiri di atas nama pacaran tanpa di landasi dengan iman yang kuat dan keiklasan yang luar biasa hanyalah luka hati yang tertunda bila pada akhirnya cinta itu tak sesuai dengan yang kita harapkan.manakala takdir berkata "pilihan kita bukanlah pasangan yang terbaik untuk kita di mata ALLOH SWT".kalau sudah begitu pasti berakibat galau,penyedih,pesimis,pendiam.itu pasti akan terjadi bila hati sang pecinta tak di landasi iman yang kuat dan ketaqwaan ketika menjalankan cinta di atas roda pacaran.nah,maka dari itu perkuatlah iman dan ketaqwaan saat berada di pusaran cinta dalam danau asmara sang manusia. ada baikya jika kita menjaga kemurnian cinta kita tanpa menempatkannya di atas nama pacaran.menjemput pasangan sang pemilik cinta kita yang sejati jatinya dengan tebaran kebaikan dari kita kepada sesama bukan dengan pesona cinta yang salah penempatannya.

Senin, 12 Agustus 2013

.:. Gadis Bergaun Kusam .:.

Aku masih saja menikmati rintik hujan dari teras rumah meski udara dingin mulai terasa menusuk kulit,dengan di temani segelas susu hangat kesukaanku akupun enggan meninggalkan kursi usang tempatku bersandar.
mungkin juga karena rasa penat dan bosan yang menguasai pikiranku membuatku betah berlama lama menikmati pekat malam sendirian.
Malam...hmmmm aku menyukai malam,entah kenapa aku sendiri tak tau jelas sebabnya,kondisi ini sangat tidak sinkron dengan aku yang dulu,dulu aku hanyalah wanita penakut yang sangat benci dengan kegelapan dan kesenyapan.
"ah sudahlah lupakan saja semua itu"bisik hati kecilku sendiri.
Aku mulai teringat kejadian beberapa hari yang lalu yang menurutku janggal dan tidak biasanya,gadis itu...ya gadis itu aku melihat gadis bergaun kusam itu dengan jelas tersenyum ke arah kami,saat rombongan kami melewati rumah kecil yang berada di tepian jalan masuk ke rumah yang telah kami sewa,namun ketika ku tanyakan kepada sari teman serombonganku saat itu seakan akan ia tidak mengetahui keberadaannya padahal menurut aku jarak kami dengan gadis itu sangat dekat sekali saat kami berjalan melewatinya.

"udahlah ning lupain ajja, kali aja kamu salah lihat"ucap mbak sari meyakinkanku

"tapi beneran lho mbak tadi aku ngeliat gadis bergaun kusam berdiri di samping jalan yang tadi kita lewati mbak,masak cuma ketutupan gerimis aja mbak sari gak isa lihat"tuturku dengan nada kesal.

ku lihat mbak sari tertawa ke arahku sambil menyambar bantal dan melemparkannya ke arahku,kontan saja dengan sigap aku menghindari lemparan bantal darinya sambil bersungut sungut menuju ke ranjang untuk rebahan."di bilangin ada gadis kok gak percaya"

"gitu ajja marah,tahu gak ning kayaknya kesukaan kamu buat nonton film horror harus segera di hentikan kalau nggak pikiran horror hasil dari tontonan kamu itu bisa bisa buat kamu jadi paranoid tuh.itu rumah kosong udah lama sejak setahun yang lalu ning,kalau kamu gak percaya besok kita tanyakan mang asep yang bekerja menjaga rumah itu."

***
"selamat pagi mang"
"pagi eneng sari,hayu lebet.aya naon nya isuk isuk ka die?"ucapnya sambil mempersilahkan kami masuk.
Aku hanya diam sambil mendengarkan mbak sari berbicara kepada mang asep mengenai perihal kedatangan kami pagi itu,secara akupun tak begitu menguasai bahasa sunda yang sedang mereka gunakan untuk berbicara.akupun mengikuti langkah mereka menuju sebuah ruangan kecil yang berdesain elegan dan indah.lalu mang asep mempersilahkan kami duduk ke sebuah kursi yang berada di tengah tengah ruangan itu, sesaat sesudahnya iapun beranjak pergi ke belakang yang aku sendiri tak tau kemana dia pergi.

Aku melihat ke sekeliling ruangan itu,entahlah ada perasaan aneh yang ku rasakan saat aku memasukinya,perasaan sedih tiba tiba saja menyergap hatiku.aku terus melihat ruangan itu sambil menata perasaanku yang menurutku sendiri tiba tiba aneh.debaran halus yang aku tak tau kenapa tiba tiba saja bergelayut dalam jantungku.

Tanpa sengaja mataku menangkap ke sebuah bingkai photo keluarga yang tertempel di dinding yang tidak jauh dari tempat aku dan mbak sari duduki saat itu.aku tertegun sesaat menatap wajah wajah yang terpampang di bingkai itu,wajah yang aku lihat sore itupun ada di antara photo photo itu.tapi wajahnya sungguh jauh berbeda  dari yg pernah ku lihat.di photo itu ia nampak begitu ceria dan cantik dengan rambut lurus yang terjuntai sampai ke bahunya.
"deg"jantungku terasa mau berhenti saat mataku menangkap wajah itu seakan akan tersenyum ke arahku,namun cepat cepat ku kuasai perasaanku kembali."jangan parno gak ada makluk halus pagi pagi kayak gini"bisik batinku seorang diri

Sesaat kemudian mang asep muncul dengan membawa baki yang berisi teh manis di tanganya.ia lalu mempersilahkan kami untuk meminumnya sembari mengambil tempat duduk di sebelah kami.

"ning sari udah lama di sini"
"baru kemarin mang"
"pantas waktu kemarin mamang ke sini rumah sebelah itu masih kosong juga.ini adiknya ning sari?"tanya mang asep sambil melihat ke arahku dan akupun mengangguk sembari tersenyum sebagai sapaan penghormatan kepadanya.

"oh ini"ucap mbak sari sambil menepuk lirih tanganku."ini teman saya dari jawa mang" lanjutnya sambil menoleh ke arahku sebentar lalu kembali menatap mang asep."namanya ningsih..."tambah mbak sari menjelaskan.

"kalian lagi liburan di sini ya?"tanyanya sambil melihat ke arahku.

"iya mang"jawabku singkat sambil tersenyum ke arahnya.

"mamang di rumah ini sendiri"tanyaku kemudian.

"mamang bersama istri mamang biasanya,cuma hari ini dia lagi mudik soalnya orang tuanya ada yang sakit,kalu mamang gak bisa pulang karna rumah ini gak boleh di kosongin soalnya besok mau ada tamu liburan ke sini juga ning"

aku mengangguk angguk tanda mengerti dengan ucapannya.
"tadi kalian lari lari pagi kemana ajja?"

"cuma ke sekitar sini ajja mang,sekalian nunjukin si ning daerah sekitar sini aja"jawab mbak sari
"iya suruh sari nunjukin tempat bagus sekitar sini dia udah tau semua kayaknya,ning sari sering ke sini,mamang kenal ning sari nih dari istri mamang soalnya ning sari nih orangnya baik suka bantuin istri mamang bawa belanjaan kalau bertemu dia pas pulang dari olahraga pagi"

"ha ha ha...sekalian olahraga tangan mang"ucap mbak sari menimpali perkataan mang asep,akupun tersenyum melihat mereka berdua yang ternyata udah kenal cukup lama.

"oh ya mang gadis yang di photo itu sering ke sini juga?"tanyaku sambil menunjuk ke arah photo yang tergantung di tembok sebelah kami duduk

"yang kamu maksud ning lia?dia udah berpulang sekitar 6 bulan yang lalu"jawabnya sambil menunduk sedih
"deg"jantungku benar benar terasa mau berhenti dan aku menatap mbak sari sambil mengerutkan keningku ke arahnya yg seketika perasaan takut tiba tiba menyusup lagi ke pikiranku.

"ning lia udah gak ada di dunia ini lagi,dia udah pergi,kasihan dia entah apa yang ada di benaknya hingga ia mengakiri hidupnya sendiri saat berada di rumah ini,padahal setahu mamang ning lia gak pernah punya masalah sama temannya anaknya juga baik"tambah mang asep menjelaskan sambil menarik nafas berat.

"ning mohon maaf mang,ning gak bermaksud membuat sedih mamang"

"mamang sari mohon pamit aja ya,lagian udah siang juga kapan kapan sari main lagi ke sini"ucap mbak sari sambil menarik tanganku mengajak berdiri.

"kok buru buru ning sari"

"gak kok mang kitanya udah lama,makasih jamuan tehnya mang"

"assalamualaikum mang"ucap kami sembari melangkah keluar pintu rumah itu.

"alaikusalam"balasnya kemudian.

***
Aku hanya diam di sepanjang perjalanan menuju rumah penginapan yang kami tempati.sejuta pertanyaan menghampiri otakku yang  pagi itu mengingat ucapan mang asep mengenai lia pada kami.lia,iya lia namanya lia.gadis bergaun kusam itu bernama lia.lalu kenapa ia harus bunuh diri?benarkah gadis yang ku lihat di sore bergerimis itu lia?jika ia bukan lia kenapa wajahnya begitu mirip dengan photo yang ku lihat di rumah itu,jika ia benar benar lia bukankah orang yang sudah meninggal akan kembali ke sisi-NYA,atau yang ku lihat sore itu hanya jin kafir yang menyerupai wajah lia.aku terus saja mengajak otakku bekerja mencari jawaban dari pertanyaanku sendiri.

"nglamun aja,gak baik ning pagi pagi nglamun ntar kesambet setan lho"tegur mbak sari mengagetkanku.

"sapa yang nglamun mbak...orang aku lagi mikirin sesuatu..."elakku sambil mencubit pinggangnya.

"apa itu bukan sama saja dengan melamun?"

"ya nggaklah...kalau melamun kan mengosongkan pikiran kalau berfikir mempekerjakan pikiran"

mbak sari tertawa tebahak mendengar jawabanku.

"bisa aja kamu ning..."

"eh mbak...kalau orang bunuh diri itu gak di terima di sisi ALLOH ya?"

"iya benar..."

"Lalu mereka di mana?"tanyaku memburu.

"di mana ya,ntar aku tanya ma ustadku dulu ya ning...kamu kok tanyanya aneh aneh mang mau ngobrolin apa?"jawab mbak sari sambil menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahinya menatapku.

"he...he...he..."aku tersenyum terpaksa sambil menggaruk garuk kepalaku yang tidak terasa gatal.
"mbak...setahu ning orang yang bunuh diri itu bakalan gentayangan ya karna belum di terima kematiannya oleh ALLOH,apa mungkin lia saat ini masih gentayangan?"

ia diam,tapi ku lihat mbak sari memutar mutarkan matanya lalu mendongakkan kepalanya seakan mengingat sesuatu.
"mungkin juga ya ning..."jawabnya kemudian.

"lama amat jawabnya mbak..."ucapku sambil membalikkan badan melanjutkan langkahku meninggalkan mbak sari yang masih berdiri di tempat.

"eh tunggu ning..."teriaknya di iringi suara langkah kakinya yang berusaha mengejarku untuk mengimbangi lari kecilku.

"kamu beneran lihat gadis di sore bergerimis itu wajahnya mirip lia anak bosnya mang asep tadi?"tanya mbak lia menyelidik dengan wajah serius.

aku menghentikan lariku,di susul mbak sari yang juga menghentikan larinya.aku memasang wajah serius menatap mbak sari yang dengan jelas menanti jawaban dariku.

"mau tau aja atau mau tau banget?"jawabku selang beberapa detik kemudian di iringi suara tawa terbahakku yang mendapati mbak sari dengan muka serius menatap diriku menunggu jawabanku atas pertanyaannya.
lagi lagi aku meninggalkan mbak sari yang masih berdiri dengan wajah manyun mendengar jawabanku yang mencandainya.

"banget...banget...banget..."teriak mbak sari yang kemudian mengejar lariku.

"nanti malam akan ning kasih tau"jawabku sambil menjulurkan lidahku ke arahnya.

mbak sari tertawa terbahak melihat aksiku yang meledeknya.pagi itu kami tak menghiraukan tatapan beberapa mata yang tertuju pada kami atas tawa kami yang mungkin terbilang berlebihan buat mereka.

lantas apa yang membuat lia mengakiri hidupnya dengan sia sia?arghhhh biarlah itu menjadi rahasia bagi lia sendiri.

pikiranku menerawang,mengajakku menengok biduk masa lalu yang telah ku tutup rapat dalam memori otakku.sakit hati,kekecewaan,penghinaan,pengorbanan yang sia sia mengajarkanku banyak arti,dan sekarang aku tahu pesakitan adalah jembatan bagi diriku untuk menyebrangi kedewasaan ke tingkat yang lebih baik lagi.






Kamis, 04 Juli 2013

.:. Merah Jambu .:.

Lihatlah,
Malam mulai mengepakkan sayapnya
Ia telah menaklukkan sang jingga
Yang baru saja memamerkan keindahannya

Dan kaupun tahu,
Ini bukan masalah menang atau kalahkan?
Ini hanya perpindahan posisi
Yang telah di gariskan oleh SANG PENCIPTA
Dari siang...senja...lalu menjadi malam

Begitu juga dengan aku dan kau
Yang kemudian menjadi kita
Tapi tunggu dulu,
Ini bukan masalah hati
Dan kaupun tahu itu,
Melainkan sekumpulan cerita
Dari pertemuan,perkenalan,lalu menjadi persahabatan.

Indah bukan?
Laksana lukisan yang berdominan warna biru yang menggambarkan kedamaian
Dan aku suka!!!!
Tapi...
Sayang keindahan itu lenyap dalam sekejap
Saat kau mulai memaksa mengoreskan warna merah jambu ke dalam kanvasku
"Aku tidak mau"jawabku
"Aku maunya seperti itu"tegasmu

Kita mulai terseok,
Aku memilih diamku dan kau dengan tumpukan kecewamu
Tak ada lagi cerita...adu argumen...ataupun gelak tawa...
Senyap...
Duniaku duniaku dan duniamu duniamu...

Bisikku,
Maafkan aku yang tak pernah bisa memadukan merah jambumu ke dalam lukisanku

Senin, 01 Juli 2013

.:. Perlombaan Pertamaku .:.

"aku tak mau ke sana pak''ucapku sambil menangis.
"kenapa tho nduk?bukannya kamu malah senang bisa terpilih menjadi murid yang terbaik di sekolahmu untuk mewakili sekolahmu berlomba?"tanya bapakku sambil mendekat ke arahku.
aku terus menangis tanpa mempedulikan pertanyaan bapakku,aku sendiri tak tau kenapa aku begitu takut pergi ke tempat itu.bukannya aku kemarin sudah ke sana.bukannya aku sudah besar.bukannya aku sudah saatnya belajar pergi kemana mana sendiri tanpa pengawasan orang tua.tapi kenapa rasa takut dan rasa minder selalu menghantui setiap langkahku.
"apa kamu takut bukan yang terbaik nantinya?atau ada teman yang mengolok olok kamu nduk?"tanyanya sekali lagi kepadaku.
aku menatap wajah bapakku sambil menggelengkan kepalaku,
"lantas apa yang membuatmu tak mau ikut lomba?seharusnya kamu bangga nduk bisa terpilih untuk mewakili sekolahmu berlomba di tempat itu.banyak anak anak lain yang ingin seperti kamu tapi tak berkesempatan.ingat nduk dalam perlombaan kita memang di wajibkan untuk berusaha menjadi yang pertama yang di sebut pemenang tapi kamu juga harus berlapang dada jika memang tidak bisa menjadi yang pertama yang terpenting modal utama adalah ikut berlomba,berusaha dan do'a.menang atau kalah itu sudah hal yang biasa dalam sebuah perlombaan"tambah bapakku kemudian,
"bukan soal itu pak"
"lantas kenapa nduk?"
"aku takut pulang naik angkot sendiri pak"jawabku lirih sambil menghapus airmata yang jatuh ke pipiku.bapakku tertawa mendengar jawaban dariku,dia mendekat ke arahku dan mengelus ngelus rambutku. aku hanya menunduk sambil mengusap sisa sia airmata di sekitar pipiku.
"nduk...apa yang kamu takutkan kalau naik angkot sendiri,kan kemarin udah naik angkot sendiri dan kamu juga pulang dengan selamat kan baik baik aja?"tanya bapakku menyelidik."apa perlu bapak buatin oncor atau bawa senter biar gak takut lagi?"tambahnya menggoda.
Ya,ucapan itulah yang selalu bapakku lontarkan di kala  aku mengeluh takut,karna dia tahu aku paling takut di tempat yang gelap.tapi kali ini bukan itu yang ku takutkan.bukan tempat yang gelap tapi keisengan keisengan kakak kakak laki laki yang sering nongkrong di tempat angkot.
"bapak...ngoda mulu,,,"jawabku sambil merajuk dan memukul mukul ringan tangan bapakku.bapakku tertawa sambil mencoba menghindar dari pukulanku.ku lihat dia berjalan menuju ke arah meja dan mengambil secangkir kopi lalu meneguknya sambil menatap ke arahku.
"kamu udah gede,gak usah takut gak usah malu gak usah minder"
"iya nduk gak usah takut atau begini saja biar besok bapakmu yang jemput kamu ke tempat perlombaan kamu,nanti uang transportasi yang sekolahan berikan ke kamu biar bisa kamu tabung"ibuku yang sedari tadi sibuk menyelesaikan jahitan baju akhirnya angkat bicara dan membujukku.
Aku diam sejenak mencoba membayangkan jarak rumahku dengan tempatku berlomba.dan itu merupakan bilangan jauh menurut perhitunganku sedangkan bapak tidak punya sepeda motor apa mungkin naik angkot,atau jangan jangan naik sepeda pancal seperti biasanya,bukanya aku malu jika bapak menjemputuku dengan sepeda buntutnya tapi aku hanya merasa kasihan jika beliau harus menaiki sepeda itu ke tempat yang cukup jauh,di tambah lagi pulangnya harus memboncengku.
"kok malah diam,bagaimana setuju gak ma tawaran ibu"tanya ibuku membuyarkan lamunanku.
"tapi kan jauh bu...memangnya mau naik apa jemputnya"
"naik sepeda bapakmu tuh"jawabnya sambil menunjuk ke arah sepeda yang di senderkan tak jauh dari tempat kami berbincang.
"tuh kan benar dugaanku"bisikku dalam hati.
"tapi kan jauh bu...nanti bapak capek."
"gak apa apa besok bapak pulang dari sawahnya lebih awal biar bapak yang jemput kamu aja supaya kamu gak takut da tetep mau ikut berlomba"
"tapi kan jauh pak..."bantahku sekali lagi.
bapak tersenyum ke arahku lalu meneguk kembali secangkir kopi yang berada di tangannya.
"yang penting kamu tetap ikut lomba nduk,apa artinya capek buat bapak kalau anak bapak adalah anak yang pintar"ucapnya kemudian.
aku tersipu malu mendengar ucapan bapak,ku lihat ibu tersenyum ke arahku lalu duduk di sampingku dan mengelus rambutku.
"kami bahagia dan bersyukur punya anak pintar sepertimu nduk"ucapnya kemudian.
"aku akan berusaha menjadi yang terbaik buat kalian pak bu"

***

Selasa, 07 Mei 2013

Akhlak Kepribadian Perempuan

Bismillahirohmanirrohim.

"Seorang wanita yang shalehah itu lebih baik daripada 70 orang lelaki shaleh"

Bicara mengenai wanita shalehah saya rasa semua perempuan yang beragama islam pasti berharap dirinya bisa menjadi seorang wanita shalehah.ya,wanita yang mampu mengatur bicaranya,pandangannya,pergaulannya,hatinya sesuai dengan tata cara yang telah di ajarkan oleh islam,namun yang pasti itu semua tidak semudah yang kita bayangkan bukan?apalagi di era yang seperti sekarang ini begitu banyaknya godaan godaan buat perempuan perempuan islam yang berdatangan dari dunia barat yang menawarkan hal hal yang bila kita tak pandai pandai dalam memilih dan memilah akan ikut terjerumus dalam gaya kehidupan mereka yang tanpa kita sadari merusak moral kita sebagai perempuan perempuan islam,naudzubillah...

Di dalam islam perempuan itu di haruskan menjaga dirinya agar selalu berada di aklak mulia,aklak yang islami dan terpuji.Akhlak kepribadian perempuan ada banyak tapi di sini akan saya tuliskan beberapanya dan akan saya sharing dengan pecinta blog lain dengan harapan berguna bagi pembaca yang belum mengetahuinya.

A)Selalu berada di dalam rumah,dan ia tidak akan keluar kecuali ada perlu
                misalnya menuntut ilmu,mengaji,melakukan hal hal yang berguna.

B)Melebih utamakan keperluan rumah tangga dari pada yang lain

C)Tidak akan masuk rumah tetangga kecuali ada perlu

D)Mendampingi suami manakala di perlukan(yang bersuami)

E)Selalu berusaha membuat diri menarik di depan suami(yang bersuami)

F)Kalau mau keluar rumah harus minta ijin sama suami (yang bersuami)

G)Berusaha selalu menjaga pakaiannya,perhiasannya,gerak badannya dari perhatian orang lain

H)Memalingkan pandangannya dalam perjalanan dari pandangan pandangan jelek dan yang di haramkan ALLOH

I)Selalu memperbanyak do'a,dzikir,dll yang mengagungkan asama ALLOH






Jumat, 03 Agustus 2012

Perbedaan Mani,Madzi,Wadi Dan Kencing

BISMILLAHIROHMANIROHIM...
Tahukah anda dari perbedaan ke empat hal tersebut???
Mengetahui hal ini adalah hal yang sangat penting.khususnya perbedaan antara Mani dan Madzi.Karena mungkin masih banyak di antara kita kaum muslimin yang belum tahu mengenai hal ini dan belum bisa membedakan antara keduanya,yang karena ketidak tahuan akan perbedaan ini menyebabkannya di timpa oleh fitnah,rasa was was dan di permainkan oleh setan.Sehingga tidaklah ada cairan yang keluar dari kemaluannya (kecuali kencing dan wadi)yang membuatnya ragu ragu kecuali dia langsung mandi,padahal boleh jadi dia hanyalah madzi dan bukan mani.Sudah di maklumi bahwa yang menyebabkan mandi hanyalah mani,sementara madzi cukup di cuci dan kemudian berwudzu tidak perlu mandi untuk menghilangkan hadastnya.
Karenanya berikut ini definisi dari ke empat cairan di atas,yang dari definisi tersebut bisa di petik sisi perbedaan di antar mereka :
1.KENCING masyhur sehingga tidak perlu di jelaskan,dan dia najis berdasarkan al-qur'an,sunah dan ijma'.
2.WADI cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing,atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan,misalnya berolahraga berat.wadi adalah najis berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk di cuci.Dia juga merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.
3.MADZI cairan tipis dan lengket yang keluar ketika munculnya syahwat.baik ketika bermesraan,saat pendahuluan sebelum jima',atau menghayal atau melihat sesuatu yang mengarah pada jima'.keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak menjadi lelah setelah mengeluarkannya.terkadang keluarnya tidak terasa.dia juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadist Ali yang akan datang di mana beliau memerintahkan untuk mencucinya.
4.MANI cairan tebal yang baunya seperti adonan tepung,keluar dengan terpancar sehingga terasa keluarnya,keluar ketika jima' atau ihtilam (mimpi jima') atau onani-wal'iyadzubillah-dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya.
Berhubung kencing dan wadi sudah jelas kapan waktu keluarnya sehingga mudah di kenali,maka berikut kesimpulan perbedaan antara mani dan madzi :
a.Madzi adalah najis berdasarkan ijma' sementara mani adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
b.Madzi adalah hadast ashghar yang cukup di hilangkan dengan wudhu,sementara mani adalah hadast akbar yang hanya bisa di hilangkan dengan mandi junub.
c.cairan madzi lebih tipis di bandingkan mani.
d.mani berbau sementara madzi tidak(yakni baunya normal)
e.mani keluarnya terpancar berbeda halnya dengan madzi.ALLOH ta'ala berfirman tentang manusia "Dia di ciptakan dari air yang terpencar" (qs Ath thariq:6)
f.mani terasa keluarnya ,sementara keluarnya madzi kadang terasa dan kadang tidak terasa.
g.waktu keluar antara keduanya berbeda sebagaimana di atas.
h.tubuh akan melemah atau lelah setelah keluarnya mani,dan tidak demikian bila yang keluar adalah madzi.
Karenanya jika ada seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan mendapatkan ada cairan di celananya,maka hendaknya dia perhatikan ciri ciri cairan tersebut,berdasarkan keterangan di atas.jika itu mani maka silahkan dia mandi,jika itu hanya madzi maka hendaknya dia cukup mencuci kemaluannya dan berwudhu.
Berdasarkan hadist Ali -radhiallohu anhu- bahwa Nabi -allaihisholatu wassalam- bersabda mengenai oarang yang mengeluarkan madzi :
ุงِุบْุณِู„ْ ุฐَูƒَุฑَูƒَ ูˆَุชَูˆَุถَّุฃْ
" cucilah kemaluanmu dan berwudhulah kamu " (HR.Al bukhari no 269 dan muslim no 303)

[update Anas bin malik -radiallohu anhu-  berkata :
 ุฃَู†َّ ุฃُู…َّ ุณُู„َูŠْู…ٍ ุญَุฏَّุซَุชْ ุฃَู†َّู‡َุง ุณَุฃَู„َุชْ ู†َุจِูŠَّ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ْ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉِ ุชَุฑَู‰ ูِูŠ ู…َู†َุงู…ِู‡َุง ู…َุง ูŠَุฑَู‰ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ, ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَุชْ ุฐَู„ِูƒِ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ูَู„ْุชَุบْุชَุณِู„ْ. ูَู‚َุงู„َุชْ ุฃُู…ُّ ุณُู„َูŠْู…ٍ: ูˆَุงุณْุชَุญْูŠَูŠْุชُ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ. ู‚َุงู„َุชْ: ูˆَู‡َู„ْ ูŠَูƒُูˆู†ُ ู‡َุฐَุง؟ ูَู‚َุงู„َ ู†َุจِูŠُّ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ู†َุนَู…ْ, ูَู…ِู†ْ ุฃَูŠْู†َ ูŠَูƒُูˆู†ُ ุงู„ุดَّุจَู‡ُ؟! ุฅِู†َّ ู…َุงุกَ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุบَู„ِูŠุธٌ ุฃَุจْูŠَุถُ ูˆَู…َุงุกَ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉِ ุฑَู‚ِูŠู‚ٌ ุฃَุตْูَุฑُ ูَู…ِู†ْ ุฃَูŠِّู‡ِู…َุง ุนَู„َุง ุฃَูˆْ ุณَุจَู‚َ ูŠَูƒُูˆู†ُ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ุดَّุจَู‡ُ
"bahwa ummu sulaim pernah bercerita bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi sholallohualaihi wassalam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama)sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki.maka rosululloh sholallohualaihiwassalam bersabda,"apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani maka dia wajib mandi".ummu sulaim berkata, "maka aku menjadi malu karenanya". lalu ummu sulaim kembali bertanya "apakah keluarnya mani memungkinkan pada perempuan?" Nabi sholallohuwassalam bersabda "ya(wanita juga keluar mani,kalau dia tidak keluar)maka dari mana terjadi kemiripan (anak dengan ibunya)?ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih,sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning.manapun mani dari salah seorang mereka mendominasi atau menang,niscaya kemiripan terjadi karenanya". (HR.Muslim no 469).
Imam An Nawawi berkata dalam syarh muslim (3/222),"hadist ini merupakan kaidah yang sangat agung dalam menjelaskan bentuk dan sifat mani,dan apa yang tersebut di sini itulah sifatnya dalam keadaan biasa dan normal.Para ulama menyatakan :dalam keadaan sehat mani lelaki itu berwarna putih pekat dan memancar sedikit demi sedikit di saat keluar.Biasa keluar bila di kuasai dengan syahwat dan sangat nikmat saat keluarnya.
Setelah keluar dia akan merasakan lemas dan akan mencium bau seperti bau mayang kurma yaitu bau seperti adonan tepung.Warna mani bisa berubah di sebabkan beberapa hal di antaranya;sedang sakit,maninya akan berubah cair dan kuning,atau kantung testis melemah sehingga mani keluar tanpa di pacu syahwat,atau karena sering bersenggama sehingga warna mani berubah merah seperti air perahan daging dan kadang kala yang keluar adalah darah.]
Tambahan :
1.mandi junub hanya di wajibkan saat ihtilam (mimpi jima') ketika ada cairan yang keluar.adapun jika dia mimpi tapi tidak ada cairan yang keluar maka dia tidak wajib mandi.
Berdasarkan hadist Abu Said Al Khudri secara marfu' :
ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…َุงุกُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุงุกِ
"sesungguhnya air itu hanya ada dari air" (HR. Muslim no. 343)
 Maksudnya : air (untuk mandi) itu hanya di wajibkan ketika keluarnya air (mani).
2.Mayoritas ulama mempersyaratkan wajibnya mandi dengan adanya syahwat ketika keluarnya mani dalam keadaan terjaga.Artinya jika mani keluar tanpa di sertai dengan syahwat -misalnya karena sakit atau cuaca terlampau dingin atau yang semacamnya- maka mayoritas ulama tidak mewajibkan mandi junub darinya.Berbeda halnya dengan Imam Asy Syafi'i dan Ibnu Hazm yang keduanya mewajibkan mandi junub secara mutlak bagi yang keluar mani,baik yang di sertai syahwat ataupun tidak.Wallahu a'lam.
Demikian tulisan kali ini,semoga tulisan ini mampu membantu saudara muslim di manapun berada yang belum tahu mengenai tentang permasalahan di atas.tulisan ini saya ambil dari sumber al atsarriyah.com.
SYUKRON...

Senin, 23 Juli 2012

DO'A SESUDAH SHOLAT TARAWIH


Do’a sesudah shalat Tarawih:

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ : ุงَู„ْุญَู…ْุฏُู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ุญَู…ْุฏًุงูŠُูˆَุงูِู‰ ู†ِุนَู…َู‡ُ ูˆَูŠُูƒَุงูِุฆُ ู…َุฒِูŠْุฏَู‡ُ , ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍ , ุงَู„ู„َّู‡ُู…َ ุงุฌْุนَู„ْู†َุง ุจِุงْู„ุงِูŠْู…َุงู†ِ ูƒَู…ِู„ِูŠْู†َ , ูˆَู„ِู„ْูَุฑَุงุฆِุถِ ู…ُุคَุฏِّูŠْู† . ูˆَู„ู„ِุตَّู„ุงَุฉِุญَุงูِุธِูŠْู†َ , ูˆَู„ู„ِุฒَّูƒَุงุฉِ ูَุงุนِู„ِูŠْู†َ , ูˆَู„ِู…َุงุนِู†ْุฏَูƒَ ุทَุงู„ِุจِูŠْู†َ , ูˆَู„ِุนَูْูˆِูƒَ ุฑَุงุฌِูŠِّู†َ , ูˆَุจِุงْู„ู‡ُุฏَู‰ ู…ُุชَู…َุณِّูƒِูŠْู†َ , ูˆَุนَู†ِ ุงู„ู„َّุบْูˆِู…ُุนْุฑِุถِูŠْู†َ , ูˆَูู‰ِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุงุฒَุงู‡ِุฏِูŠْู†َ , ูˆَูู‰ِ ุงْู„ุงุฎِุฑَุฉِุฑَุงุบِุจِูŠْู†َ , ูˆَุจِุงู„ْู‚َุถَุงุกِุฑَุถِูŠْู†َ , ูˆَุจِุงู„ู†َّุนْู…َุงุกِุดَุงูƒِุฑِูŠْู†َ , ูˆَุนَู„ู‰َ ุงْู„ุจَู„ุงَุกِุตَุงุจِุฑِูŠْู†َ , ูˆَุชَุญْุชَ ู„ِูˆَุกِ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍุตَู„ู‰َّ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَูˆْู…َ ุงْู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุณَุงุฆِุฑِูŠْู†َ , ูˆَุงِู„ู‰َ ุงْู„ุญَูˆْุถِ ูˆَุงุฑِุฏِูŠْู†َ , ูˆَุงِู„ู‰َ ุงْู„ุฌَู†َّุฉِุฏَู„ุฎِู„ِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِู†َุงุฌِูŠْู†َ , ูˆَุนَู„َ ุณَุฑِูŠْุฑِุงْู„ูƒَุฑَุงู…َุฉِ ู‚َุงุนِุฏِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†ْ ุญُูˆْุฑِุงْู„ِุนَูŠْู†ِ ู…ُุชَุฒَูˆِّุฌِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†ْ ุณُู†ْุฏُ ุณٍ ูˆَุงِุณْุชَุจْุฑَู‚ٍ ูˆَّุฏِูŠْุจَุงุญٍ ู…ُุชَู„َุจِّุณِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†ْ ุทَุนَุงู…ِ ุงَู„ุฌَู†َّุฉِ ุข ูƒِู„ِูŠْู†َ ูˆَู…ِู†ْ ู„َุจَู†ٍ ูˆَุนَุณَู„ٍ ู…ُุตَูًู‰ ุดَุงุฑِุจِูŠْู†َ , ุจِุงَูƒْูˆุงَุจٍ ูˆِّุงَุจَุงุฑِูŠْู‚َ ูˆَูƒَุฃْุณٍ ู…ِู†ْ ู…َุนِูŠْู† , ู…َุญَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠْู†َ ูˆَุงู„ุตِْุฏِّ ูŠْู‚ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ุดُّู‡َุฏَุงุกِูˆَุงู„ุตَّู„ِุญِูŠْู†َ , ูˆَุญَุณُู†َ ุงُูˆู„َุฆِูƒَ ุฑَูِูŠْู‚ًุง , ุฐَู„ِูƒَ ุงْู„َูَุถْู„ُ ู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ ูˆَูƒَูู‰َ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„ِูŠْู… َ ูˆَุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ ุฑَุจِّุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†

“ALLAAHUMMAJ’ALNAA BIL IIMAANI KAAMILIINA. WALIFARAA-IDLIKA MU-ADDIINA WA-ALASH SHALAWAATI MUHAAFIDHIINA. WALIZZAKAATI FAA’ILIINA WALIMAA ‘INDAKA THAALIBIINA. WALI-AFWIKA RAAJINA, WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA. WA-ANIL LAGHWI MU’RIDLIINA WAFID DUNYAA ZAAHIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WABIL QADLAA-I RAADLIINA, WABIN NA’MAA-I SYAAKIRIINA. WA-ALAL BALAA-I SHAABIRIINA WATAHTA LIWAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASAI LAMA YAUMAL QIYAAMATI SAAIRIINA WA’ALAL HAUDLI WAARIDIINA, WAFIL JANNATI DAKHILIINA. WA-ALAA SARIIRATIL KARAAMATI QAA’IDIINA. WABIKHUURIN ‘IININ MUTAZAWWIJIINA WAMIN SUNDUSIN WAISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTA-LABBISIINA WATHA’AAMIL JANNATI AAKILIINA. WAMIN LABANIN WA’ASALIN MUSHAFFIINA SYAARIBIINA BIAKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA’SIN MIM MA’IININ MA’AL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM MINAN NABIYYIINA WASH SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH-SHAALIHIINA WAHASUNA ULAA-IKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADLLU MINALLAAHI WAKAFAA BILLAAHI ‘ALIIMA. WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.
Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.

Senin, 19 Agustus 2013

.:. Tentang Cinta .:.

Diposting oleh Nayla Ahebich di 05.53 0 komentar
Cinta...
Satu kata yang bermakna jamak,yang mampu membawa pemerannya dalam sebuah drama kesedihan ataupun drama kebahagiaan.betul bukan?

tapi,tidak semua makluk sama mendefinisikan apa itu makna cinta yang sesungguhnya.ada yang berkata cinta itu indah,penuh warna,menyenangkan.ada pula yang menyerukan cinta itu menyakitkan,kelabu,dan menyengsarakan.itulah cintanya manusia kepada manusia,yang memiliki arti yang berbeda beda.
bagi mereka yang sedang jatuh cinta tentu saja mereka akan mengartikan bahwa cinta itu indah dan penuh warna,tapi bagi mereka yang pernah terluka tentu saja akan berkata cinta itu menyakitkan dan kelabu.

Bicara mengenai cinta ada banyak macamnya,
ada cinta kepada RAAB,ada cinta kepada ROSUL,ada cinta kepada orang tua,cinta kepada saudara,dan cinta kepada sahabat.tapi,cinta yang paling agung dan menguntungkan di antara cinta cinta yang lain adalah cinta kepada RAAB dan ROSULNYA.kenapa bisa begitu?karna cinta kepada RAAB kita tak akan pernah mengenal apa itu kata kecewa.cinta kepada RAAB kita akan semakin melahirkan kepuasan,kebahagiaan,dan keselamatan pada diri kita sendiri.
tanpa kita sadari sering kita terbuai dalam indahnya kata cinta yang di hadirkan dari sesama manusia yang berlawanan jenis yang kemudian tercipta sebuah hubungan yang di sebut pacaran.sang pelakon kisah cinta terbuai dalam indahnya bunga bunga dalam taman kasmaran,terlena hingga keduanya lupa bahwa pacaran tidak pernah di ajarkan dalam agama kita. Tak ada salahnya memang bila kita merasa jatuh cinta tapi hendaklah kita bisa dengan bijak dan benar dalam menempatkan kata cinta kepada definisi yang tidak menyimpang dari ajaran agama kita. cinta yang berdiri di atas nama pacaran tanpa di landasi dengan iman yang kuat dan keiklasan yang luar biasa hanyalah luka hati yang tertunda bila pada akhirnya cinta itu tak sesuai dengan yang kita harapkan.manakala takdir berkata "pilihan kita bukanlah pasangan yang terbaik untuk kita di mata ALLOH SWT".kalau sudah begitu pasti berakibat galau,penyedih,pesimis,pendiam.itu pasti akan terjadi bila hati sang pecinta tak di landasi iman yang kuat dan ketaqwaan ketika menjalankan cinta di atas roda pacaran.nah,maka dari itu perkuatlah iman dan ketaqwaan saat berada di pusaran cinta dalam danau asmara sang manusia. ada baikya jika kita menjaga kemurnian cinta kita tanpa menempatkannya di atas nama pacaran.menjemput pasangan sang pemilik cinta kita yang sejati jatinya dengan tebaran kebaikan dari kita kepada sesama bukan dengan pesona cinta yang salah penempatannya.

Senin, 12 Agustus 2013

.:. Gadis Bergaun Kusam .:.

Diposting oleh Nayla Ahebich di 20.07 0 komentar
Aku masih saja menikmati rintik hujan dari teras rumah meski udara dingin mulai terasa menusuk kulit,dengan di temani segelas susu hangat kesukaanku akupun enggan meninggalkan kursi usang tempatku bersandar.
mungkin juga karena rasa penat dan bosan yang menguasai pikiranku membuatku betah berlama lama menikmati pekat malam sendirian.
Malam...hmmmm aku menyukai malam,entah kenapa aku sendiri tak tau jelas sebabnya,kondisi ini sangat tidak sinkron dengan aku yang dulu,dulu aku hanyalah wanita penakut yang sangat benci dengan kegelapan dan kesenyapan.
"ah sudahlah lupakan saja semua itu"bisik hati kecilku sendiri.
Aku mulai teringat kejadian beberapa hari yang lalu yang menurutku janggal dan tidak biasanya,gadis itu...ya gadis itu aku melihat gadis bergaun kusam itu dengan jelas tersenyum ke arah kami,saat rombongan kami melewati rumah kecil yang berada di tepian jalan masuk ke rumah yang telah kami sewa,namun ketika ku tanyakan kepada sari teman serombonganku saat itu seakan akan ia tidak mengetahui keberadaannya padahal menurut aku jarak kami dengan gadis itu sangat dekat sekali saat kami berjalan melewatinya.

"udahlah ning lupain ajja, kali aja kamu salah lihat"ucap mbak sari meyakinkanku

"tapi beneran lho mbak tadi aku ngeliat gadis bergaun kusam berdiri di samping jalan yang tadi kita lewati mbak,masak cuma ketutupan gerimis aja mbak sari gak isa lihat"tuturku dengan nada kesal.

ku lihat mbak sari tertawa ke arahku sambil menyambar bantal dan melemparkannya ke arahku,kontan saja dengan sigap aku menghindari lemparan bantal darinya sambil bersungut sungut menuju ke ranjang untuk rebahan."di bilangin ada gadis kok gak percaya"

"gitu ajja marah,tahu gak ning kayaknya kesukaan kamu buat nonton film horror harus segera di hentikan kalau nggak pikiran horror hasil dari tontonan kamu itu bisa bisa buat kamu jadi paranoid tuh.itu rumah kosong udah lama sejak setahun yang lalu ning,kalau kamu gak percaya besok kita tanyakan mang asep yang bekerja menjaga rumah itu."

***
"selamat pagi mang"
"pagi eneng sari,hayu lebet.aya naon nya isuk isuk ka die?"ucapnya sambil mempersilahkan kami masuk.
Aku hanya diam sambil mendengarkan mbak sari berbicara kepada mang asep mengenai perihal kedatangan kami pagi itu,secara akupun tak begitu menguasai bahasa sunda yang sedang mereka gunakan untuk berbicara.akupun mengikuti langkah mereka menuju sebuah ruangan kecil yang berdesain elegan dan indah.lalu mang asep mempersilahkan kami duduk ke sebuah kursi yang berada di tengah tengah ruangan itu, sesaat sesudahnya iapun beranjak pergi ke belakang yang aku sendiri tak tau kemana dia pergi.

Aku melihat ke sekeliling ruangan itu,entahlah ada perasaan aneh yang ku rasakan saat aku memasukinya,perasaan sedih tiba tiba saja menyergap hatiku.aku terus melihat ruangan itu sambil menata perasaanku yang menurutku sendiri tiba tiba aneh.debaran halus yang aku tak tau kenapa tiba tiba saja bergelayut dalam jantungku.

Tanpa sengaja mataku menangkap ke sebuah bingkai photo keluarga yang tertempel di dinding yang tidak jauh dari tempat aku dan mbak sari duduki saat itu.aku tertegun sesaat menatap wajah wajah yang terpampang di bingkai itu,wajah yang aku lihat sore itupun ada di antara photo photo itu.tapi wajahnya sungguh jauh berbeda  dari yg pernah ku lihat.di photo itu ia nampak begitu ceria dan cantik dengan rambut lurus yang terjuntai sampai ke bahunya.
"deg"jantungku terasa mau berhenti saat mataku menangkap wajah itu seakan akan tersenyum ke arahku,namun cepat cepat ku kuasai perasaanku kembali."jangan parno gak ada makluk halus pagi pagi kayak gini"bisik batinku seorang diri

Sesaat kemudian mang asep muncul dengan membawa baki yang berisi teh manis di tanganya.ia lalu mempersilahkan kami untuk meminumnya sembari mengambil tempat duduk di sebelah kami.

"ning sari udah lama di sini"
"baru kemarin mang"
"pantas waktu kemarin mamang ke sini rumah sebelah itu masih kosong juga.ini adiknya ning sari?"tanya mang asep sambil melihat ke arahku dan akupun mengangguk sembari tersenyum sebagai sapaan penghormatan kepadanya.

"oh ini"ucap mbak sari sambil menepuk lirih tanganku."ini teman saya dari jawa mang" lanjutnya sambil menoleh ke arahku sebentar lalu kembali menatap mang asep."namanya ningsih..."tambah mbak sari menjelaskan.

"kalian lagi liburan di sini ya?"tanyanya sambil melihat ke arahku.

"iya mang"jawabku singkat sambil tersenyum ke arahnya.

"mamang di rumah ini sendiri"tanyaku kemudian.

"mamang bersama istri mamang biasanya,cuma hari ini dia lagi mudik soalnya orang tuanya ada yang sakit,kalu mamang gak bisa pulang karna rumah ini gak boleh di kosongin soalnya besok mau ada tamu liburan ke sini juga ning"

aku mengangguk angguk tanda mengerti dengan ucapannya.
"tadi kalian lari lari pagi kemana ajja?"

"cuma ke sekitar sini ajja mang,sekalian nunjukin si ning daerah sekitar sini aja"jawab mbak sari
"iya suruh sari nunjukin tempat bagus sekitar sini dia udah tau semua kayaknya,ning sari sering ke sini,mamang kenal ning sari nih dari istri mamang soalnya ning sari nih orangnya baik suka bantuin istri mamang bawa belanjaan kalau bertemu dia pas pulang dari olahraga pagi"

"ha ha ha...sekalian olahraga tangan mang"ucap mbak sari menimpali perkataan mang asep,akupun tersenyum melihat mereka berdua yang ternyata udah kenal cukup lama.

"oh ya mang gadis yang di photo itu sering ke sini juga?"tanyaku sambil menunjuk ke arah photo yang tergantung di tembok sebelah kami duduk

"yang kamu maksud ning lia?dia udah berpulang sekitar 6 bulan yang lalu"jawabnya sambil menunduk sedih
"deg"jantungku benar benar terasa mau berhenti dan aku menatap mbak sari sambil mengerutkan keningku ke arahnya yg seketika perasaan takut tiba tiba menyusup lagi ke pikiranku.

"ning lia udah gak ada di dunia ini lagi,dia udah pergi,kasihan dia entah apa yang ada di benaknya hingga ia mengakiri hidupnya sendiri saat berada di rumah ini,padahal setahu mamang ning lia gak pernah punya masalah sama temannya anaknya juga baik"tambah mang asep menjelaskan sambil menarik nafas berat.

"ning mohon maaf mang,ning gak bermaksud membuat sedih mamang"

"mamang sari mohon pamit aja ya,lagian udah siang juga kapan kapan sari main lagi ke sini"ucap mbak sari sambil menarik tanganku mengajak berdiri.

"kok buru buru ning sari"

"gak kok mang kitanya udah lama,makasih jamuan tehnya mang"

"assalamualaikum mang"ucap kami sembari melangkah keluar pintu rumah itu.

"alaikusalam"balasnya kemudian.

***
Aku hanya diam di sepanjang perjalanan menuju rumah penginapan yang kami tempati.sejuta pertanyaan menghampiri otakku yang  pagi itu mengingat ucapan mang asep mengenai lia pada kami.lia,iya lia namanya lia.gadis bergaun kusam itu bernama lia.lalu kenapa ia harus bunuh diri?benarkah gadis yang ku lihat di sore bergerimis itu lia?jika ia bukan lia kenapa wajahnya begitu mirip dengan photo yang ku lihat di rumah itu,jika ia benar benar lia bukankah orang yang sudah meninggal akan kembali ke sisi-NYA,atau yang ku lihat sore itu hanya jin kafir yang menyerupai wajah lia.aku terus saja mengajak otakku bekerja mencari jawaban dari pertanyaanku sendiri.

"nglamun aja,gak baik ning pagi pagi nglamun ntar kesambet setan lho"tegur mbak sari mengagetkanku.

"sapa yang nglamun mbak...orang aku lagi mikirin sesuatu..."elakku sambil mencubit pinggangnya.

"apa itu bukan sama saja dengan melamun?"

"ya nggaklah...kalau melamun kan mengosongkan pikiran kalau berfikir mempekerjakan pikiran"

mbak sari tertawa tebahak mendengar jawabanku.

"bisa aja kamu ning..."

"eh mbak...kalau orang bunuh diri itu gak di terima di sisi ALLOH ya?"

"iya benar..."

"Lalu mereka di mana?"tanyaku memburu.

"di mana ya,ntar aku tanya ma ustadku dulu ya ning...kamu kok tanyanya aneh aneh mang mau ngobrolin apa?"jawab mbak sari sambil menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahinya menatapku.

"he...he...he..."aku tersenyum terpaksa sambil menggaruk garuk kepalaku yang tidak terasa gatal.
"mbak...setahu ning orang yang bunuh diri itu bakalan gentayangan ya karna belum di terima kematiannya oleh ALLOH,apa mungkin lia saat ini masih gentayangan?"

ia diam,tapi ku lihat mbak sari memutar mutarkan matanya lalu mendongakkan kepalanya seakan mengingat sesuatu.
"mungkin juga ya ning..."jawabnya kemudian.

"lama amat jawabnya mbak..."ucapku sambil membalikkan badan melanjutkan langkahku meninggalkan mbak sari yang masih berdiri di tempat.

"eh tunggu ning..."teriaknya di iringi suara langkah kakinya yang berusaha mengejarku untuk mengimbangi lari kecilku.

"kamu beneran lihat gadis di sore bergerimis itu wajahnya mirip lia anak bosnya mang asep tadi?"tanya mbak lia menyelidik dengan wajah serius.

aku menghentikan lariku,di susul mbak sari yang juga menghentikan larinya.aku memasang wajah serius menatap mbak sari yang dengan jelas menanti jawaban dariku.

"mau tau aja atau mau tau banget?"jawabku selang beberapa detik kemudian di iringi suara tawa terbahakku yang mendapati mbak sari dengan muka serius menatap diriku menunggu jawabanku atas pertanyaannya.
lagi lagi aku meninggalkan mbak sari yang masih berdiri dengan wajah manyun mendengar jawabanku yang mencandainya.

"banget...banget...banget..."teriak mbak sari yang kemudian mengejar lariku.

"nanti malam akan ning kasih tau"jawabku sambil menjulurkan lidahku ke arahnya.

mbak sari tertawa terbahak melihat aksiku yang meledeknya.pagi itu kami tak menghiraukan tatapan beberapa mata yang tertuju pada kami atas tawa kami yang mungkin terbilang berlebihan buat mereka.

lantas apa yang membuat lia mengakiri hidupnya dengan sia sia?arghhhh biarlah itu menjadi rahasia bagi lia sendiri.

pikiranku menerawang,mengajakku menengok biduk masa lalu yang telah ku tutup rapat dalam memori otakku.sakit hati,kekecewaan,penghinaan,pengorbanan yang sia sia mengajarkanku banyak arti,dan sekarang aku tahu pesakitan adalah jembatan bagi diriku untuk menyebrangi kedewasaan ke tingkat yang lebih baik lagi.






Kamis, 04 Juli 2013

.:. Merah Jambu .:.

Diposting oleh Nayla Ahebich di 07.37 0 komentar
Lihatlah,
Malam mulai mengepakkan sayapnya
Ia telah menaklukkan sang jingga
Yang baru saja memamerkan keindahannya

Dan kaupun tahu,
Ini bukan masalah menang atau kalahkan?
Ini hanya perpindahan posisi
Yang telah di gariskan oleh SANG PENCIPTA
Dari siang...senja...lalu menjadi malam

Begitu juga dengan aku dan kau
Yang kemudian menjadi kita
Tapi tunggu dulu,
Ini bukan masalah hati
Dan kaupun tahu itu,
Melainkan sekumpulan cerita
Dari pertemuan,perkenalan,lalu menjadi persahabatan.

Indah bukan?
Laksana lukisan yang berdominan warna biru yang menggambarkan kedamaian
Dan aku suka!!!!
Tapi...
Sayang keindahan itu lenyap dalam sekejap
Saat kau mulai memaksa mengoreskan warna merah jambu ke dalam kanvasku
"Aku tidak mau"jawabku
"Aku maunya seperti itu"tegasmu

Kita mulai terseok,
Aku memilih diamku dan kau dengan tumpukan kecewamu
Tak ada lagi cerita...adu argumen...ataupun gelak tawa...
Senyap...
Duniaku duniaku dan duniamu duniamu...

Bisikku,
Maafkan aku yang tak pernah bisa memadukan merah jambumu ke dalam lukisanku

Senin, 01 Juli 2013

.:. Perlombaan Pertamaku .:.

Diposting oleh Nayla Ahebich di 20.54 0 komentar
"aku tak mau ke sana pak''ucapku sambil menangis.
"kenapa tho nduk?bukannya kamu malah senang bisa terpilih menjadi murid yang terbaik di sekolahmu untuk mewakili sekolahmu berlomba?"tanya bapakku sambil mendekat ke arahku.
aku terus menangis tanpa mempedulikan pertanyaan bapakku,aku sendiri tak tau kenapa aku begitu takut pergi ke tempat itu.bukannya aku kemarin sudah ke sana.bukannya aku sudah besar.bukannya aku sudah saatnya belajar pergi kemana mana sendiri tanpa pengawasan orang tua.tapi kenapa rasa takut dan rasa minder selalu menghantui setiap langkahku.
"apa kamu takut bukan yang terbaik nantinya?atau ada teman yang mengolok olok kamu nduk?"tanyanya sekali lagi kepadaku.
aku menatap wajah bapakku sambil menggelengkan kepalaku,
"lantas apa yang membuatmu tak mau ikut lomba?seharusnya kamu bangga nduk bisa terpilih untuk mewakili sekolahmu berlomba di tempat itu.banyak anak anak lain yang ingin seperti kamu tapi tak berkesempatan.ingat nduk dalam perlombaan kita memang di wajibkan untuk berusaha menjadi yang pertama yang di sebut pemenang tapi kamu juga harus berlapang dada jika memang tidak bisa menjadi yang pertama yang terpenting modal utama adalah ikut berlomba,berusaha dan do'a.menang atau kalah itu sudah hal yang biasa dalam sebuah perlombaan"tambah bapakku kemudian,
"bukan soal itu pak"
"lantas kenapa nduk?"
"aku takut pulang naik angkot sendiri pak"jawabku lirih sambil menghapus airmata yang jatuh ke pipiku.bapakku tertawa mendengar jawaban dariku,dia mendekat ke arahku dan mengelus ngelus rambutku. aku hanya menunduk sambil mengusap sisa sia airmata di sekitar pipiku.
"nduk...apa yang kamu takutkan kalau naik angkot sendiri,kan kemarin udah naik angkot sendiri dan kamu juga pulang dengan selamat kan baik baik aja?"tanya bapakku menyelidik."apa perlu bapak buatin oncor atau bawa senter biar gak takut lagi?"tambahnya menggoda.
Ya,ucapan itulah yang selalu bapakku lontarkan di kala  aku mengeluh takut,karna dia tahu aku paling takut di tempat yang gelap.tapi kali ini bukan itu yang ku takutkan.bukan tempat yang gelap tapi keisengan keisengan kakak kakak laki laki yang sering nongkrong di tempat angkot.
"bapak...ngoda mulu,,,"jawabku sambil merajuk dan memukul mukul ringan tangan bapakku.bapakku tertawa sambil mencoba menghindar dari pukulanku.ku lihat dia berjalan menuju ke arah meja dan mengambil secangkir kopi lalu meneguknya sambil menatap ke arahku.
"kamu udah gede,gak usah takut gak usah malu gak usah minder"
"iya nduk gak usah takut atau begini saja biar besok bapakmu yang jemput kamu ke tempat perlombaan kamu,nanti uang transportasi yang sekolahan berikan ke kamu biar bisa kamu tabung"ibuku yang sedari tadi sibuk menyelesaikan jahitan baju akhirnya angkat bicara dan membujukku.
Aku diam sejenak mencoba membayangkan jarak rumahku dengan tempatku berlomba.dan itu merupakan bilangan jauh menurut perhitunganku sedangkan bapak tidak punya sepeda motor apa mungkin naik angkot,atau jangan jangan naik sepeda pancal seperti biasanya,bukanya aku malu jika bapak menjemputuku dengan sepeda buntutnya tapi aku hanya merasa kasihan jika beliau harus menaiki sepeda itu ke tempat yang cukup jauh,di tambah lagi pulangnya harus memboncengku.
"kok malah diam,bagaimana setuju gak ma tawaran ibu"tanya ibuku membuyarkan lamunanku.
"tapi kan jauh bu...memangnya mau naik apa jemputnya"
"naik sepeda bapakmu tuh"jawabnya sambil menunjuk ke arah sepeda yang di senderkan tak jauh dari tempat kami berbincang.
"tuh kan benar dugaanku"bisikku dalam hati.
"tapi kan jauh bu...nanti bapak capek."
"gak apa apa besok bapak pulang dari sawahnya lebih awal biar bapak yang jemput kamu aja supaya kamu gak takut da tetep mau ikut berlomba"
"tapi kan jauh pak..."bantahku sekali lagi.
bapak tersenyum ke arahku lalu meneguk kembali secangkir kopi yang berada di tangannya.
"yang penting kamu tetap ikut lomba nduk,apa artinya capek buat bapak kalau anak bapak adalah anak yang pintar"ucapnya kemudian.
aku tersipu malu mendengar ucapan bapak,ku lihat ibu tersenyum ke arahku lalu duduk di sampingku dan mengelus rambutku.
"kami bahagia dan bersyukur punya anak pintar sepertimu nduk"ucapnya kemudian.
"aku akan berusaha menjadi yang terbaik buat kalian pak bu"

***

Selasa, 07 Mei 2013

Akhlak Kepribadian Perempuan

Diposting oleh Nayla Ahebich di 20.44 0 komentar
Bismillahirohmanirrohim.

"Seorang wanita yang shalehah itu lebih baik daripada 70 orang lelaki shaleh"

Bicara mengenai wanita shalehah saya rasa semua perempuan yang beragama islam pasti berharap dirinya bisa menjadi seorang wanita shalehah.ya,wanita yang mampu mengatur bicaranya,pandangannya,pergaulannya,hatinya sesuai dengan tata cara yang telah di ajarkan oleh islam,namun yang pasti itu semua tidak semudah yang kita bayangkan bukan?apalagi di era yang seperti sekarang ini begitu banyaknya godaan godaan buat perempuan perempuan islam yang berdatangan dari dunia barat yang menawarkan hal hal yang bila kita tak pandai pandai dalam memilih dan memilah akan ikut terjerumus dalam gaya kehidupan mereka yang tanpa kita sadari merusak moral kita sebagai perempuan perempuan islam,naudzubillah...

Di dalam islam perempuan itu di haruskan menjaga dirinya agar selalu berada di aklak mulia,aklak yang islami dan terpuji.Akhlak kepribadian perempuan ada banyak tapi di sini akan saya tuliskan beberapanya dan akan saya sharing dengan pecinta blog lain dengan harapan berguna bagi pembaca yang belum mengetahuinya.

A)Selalu berada di dalam rumah,dan ia tidak akan keluar kecuali ada perlu
                misalnya menuntut ilmu,mengaji,melakukan hal hal yang berguna.

B)Melebih utamakan keperluan rumah tangga dari pada yang lain

C)Tidak akan masuk rumah tetangga kecuali ada perlu

D)Mendampingi suami manakala di perlukan(yang bersuami)

E)Selalu berusaha membuat diri menarik di depan suami(yang bersuami)

F)Kalau mau keluar rumah harus minta ijin sama suami (yang bersuami)

G)Berusaha selalu menjaga pakaiannya,perhiasannya,gerak badannya dari perhatian orang lain

H)Memalingkan pandangannya dalam perjalanan dari pandangan pandangan jelek dan yang di haramkan ALLOH

I)Selalu memperbanyak do'a,dzikir,dll yang mengagungkan asama ALLOH






Jumat, 03 Agustus 2012

Perbedaan Mani,Madzi,Wadi Dan Kencing

Diposting oleh Nayla Ahebich di 19.48 0 komentar
BISMILLAHIROHMANIROHIM...
Tahukah anda dari perbedaan ke empat hal tersebut???
Mengetahui hal ini adalah hal yang sangat penting.khususnya perbedaan antara Mani dan Madzi.Karena mungkin masih banyak di antara kita kaum muslimin yang belum tahu mengenai hal ini dan belum bisa membedakan antara keduanya,yang karena ketidak tahuan akan perbedaan ini menyebabkannya di timpa oleh fitnah,rasa was was dan di permainkan oleh setan.Sehingga tidaklah ada cairan yang keluar dari kemaluannya (kecuali kencing dan wadi)yang membuatnya ragu ragu kecuali dia langsung mandi,padahal boleh jadi dia hanyalah madzi dan bukan mani.Sudah di maklumi bahwa yang menyebabkan mandi hanyalah mani,sementara madzi cukup di cuci dan kemudian berwudzu tidak perlu mandi untuk menghilangkan hadastnya.
Karenanya berikut ini definisi dari ke empat cairan di atas,yang dari definisi tersebut bisa di petik sisi perbedaan di antar mereka :
1.KENCING masyhur sehingga tidak perlu di jelaskan,dan dia najis berdasarkan al-qur'an,sunah dan ijma'.
2.WADI cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing,atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan,misalnya berolahraga berat.wadi adalah najis berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk di cuci.Dia juga merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.
3.MADZI cairan tipis dan lengket yang keluar ketika munculnya syahwat.baik ketika bermesraan,saat pendahuluan sebelum jima',atau menghayal atau melihat sesuatu yang mengarah pada jima'.keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak menjadi lelah setelah mengeluarkannya.terkadang keluarnya tidak terasa.dia juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadist Ali yang akan datang di mana beliau memerintahkan untuk mencucinya.
4.MANI cairan tebal yang baunya seperti adonan tepung,keluar dengan terpancar sehingga terasa keluarnya,keluar ketika jima' atau ihtilam (mimpi jima') atau onani-wal'iyadzubillah-dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya.
Berhubung kencing dan wadi sudah jelas kapan waktu keluarnya sehingga mudah di kenali,maka berikut kesimpulan perbedaan antara mani dan madzi :
a.Madzi adalah najis berdasarkan ijma' sementara mani adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
b.Madzi adalah hadast ashghar yang cukup di hilangkan dengan wudhu,sementara mani adalah hadast akbar yang hanya bisa di hilangkan dengan mandi junub.
c.cairan madzi lebih tipis di bandingkan mani.
d.mani berbau sementara madzi tidak(yakni baunya normal)
e.mani keluarnya terpancar berbeda halnya dengan madzi.ALLOH ta'ala berfirman tentang manusia "Dia di ciptakan dari air yang terpencar" (qs Ath thariq:6)
f.mani terasa keluarnya ,sementara keluarnya madzi kadang terasa dan kadang tidak terasa.
g.waktu keluar antara keduanya berbeda sebagaimana di atas.
h.tubuh akan melemah atau lelah setelah keluarnya mani,dan tidak demikian bila yang keluar adalah madzi.
Karenanya jika ada seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan mendapatkan ada cairan di celananya,maka hendaknya dia perhatikan ciri ciri cairan tersebut,berdasarkan keterangan di atas.jika itu mani maka silahkan dia mandi,jika itu hanya madzi maka hendaknya dia cukup mencuci kemaluannya dan berwudhu.
Berdasarkan hadist Ali -radhiallohu anhu- bahwa Nabi -allaihisholatu wassalam- bersabda mengenai oarang yang mengeluarkan madzi :
ุงِุบْุณِู„ْ ุฐَูƒَุฑَูƒَ ูˆَุชَูˆَุถَّุฃْ
" cucilah kemaluanmu dan berwudhulah kamu " (HR.Al bukhari no 269 dan muslim no 303)

[update Anas bin malik -radiallohu anhu-  berkata :
 ุฃَู†َّ ุฃُู…َّ ุณُู„َูŠْู…ٍ ุญَุฏَّุซَุชْ ุฃَู†َّู‡َุง ุณَุฃَู„َุชْ ู†َุจِูŠَّ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ْ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉِ ุชَุฑَู‰ ูِูŠ ู…َู†َุงู…ِู‡َุง ู…َุง ูŠَุฑَู‰ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ, ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَุชْ ุฐَู„ِูƒِ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ูَู„ْุชَุบْุชَุณِู„ْ. ูَู‚َุงู„َุชْ ุฃُู…ُّ ุณُู„َูŠْู…ٍ: ูˆَุงุณْุชَุญْูŠَูŠْุชُ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ. ู‚َุงู„َุชْ: ูˆَู‡َู„ْ ูŠَูƒُูˆู†ُ ู‡َุฐَุง؟ ูَู‚َุงู„َ ู†َุจِูŠُّ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ู†َุนَู…ْ, ูَู…ِู†ْ ุฃَูŠْู†َ ูŠَูƒُูˆู†ُ ุงู„ุดَّุจَู‡ُ؟! ุฅِู†َّ ู…َุงุกَ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุบَู„ِูŠุธٌ ุฃَุจْูŠَุถُ ูˆَู…َุงุกَ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉِ ุฑَู‚ِูŠู‚ٌ ุฃَุตْูَุฑُ ูَู…ِู†ْ ุฃَูŠِّู‡ِู…َุง ุนَู„َุง ุฃَูˆْ ุณَุจَู‚َ ูŠَูƒُูˆู†ُ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ุดَّุจَู‡ُ
"bahwa ummu sulaim pernah bercerita bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi sholallohualaihi wassalam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama)sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki.maka rosululloh sholallohualaihiwassalam bersabda,"apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani maka dia wajib mandi".ummu sulaim berkata, "maka aku menjadi malu karenanya". lalu ummu sulaim kembali bertanya "apakah keluarnya mani memungkinkan pada perempuan?" Nabi sholallohuwassalam bersabda "ya(wanita juga keluar mani,kalau dia tidak keluar)maka dari mana terjadi kemiripan (anak dengan ibunya)?ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih,sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning.manapun mani dari salah seorang mereka mendominasi atau menang,niscaya kemiripan terjadi karenanya". (HR.Muslim no 469).
Imam An Nawawi berkata dalam syarh muslim (3/222),"hadist ini merupakan kaidah yang sangat agung dalam menjelaskan bentuk dan sifat mani,dan apa yang tersebut di sini itulah sifatnya dalam keadaan biasa dan normal.Para ulama menyatakan :dalam keadaan sehat mani lelaki itu berwarna putih pekat dan memancar sedikit demi sedikit di saat keluar.Biasa keluar bila di kuasai dengan syahwat dan sangat nikmat saat keluarnya.
Setelah keluar dia akan merasakan lemas dan akan mencium bau seperti bau mayang kurma yaitu bau seperti adonan tepung.Warna mani bisa berubah di sebabkan beberapa hal di antaranya;sedang sakit,maninya akan berubah cair dan kuning,atau kantung testis melemah sehingga mani keluar tanpa di pacu syahwat,atau karena sering bersenggama sehingga warna mani berubah merah seperti air perahan daging dan kadang kala yang keluar adalah darah.]
Tambahan :
1.mandi junub hanya di wajibkan saat ihtilam (mimpi jima') ketika ada cairan yang keluar.adapun jika dia mimpi tapi tidak ada cairan yang keluar maka dia tidak wajib mandi.
Berdasarkan hadist Abu Said Al Khudri secara marfu' :
ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…َุงุกُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุงุกِ
"sesungguhnya air itu hanya ada dari air" (HR. Muslim no. 343)
 Maksudnya : air (untuk mandi) itu hanya di wajibkan ketika keluarnya air (mani).
2.Mayoritas ulama mempersyaratkan wajibnya mandi dengan adanya syahwat ketika keluarnya mani dalam keadaan terjaga.Artinya jika mani keluar tanpa di sertai dengan syahwat -misalnya karena sakit atau cuaca terlampau dingin atau yang semacamnya- maka mayoritas ulama tidak mewajibkan mandi junub darinya.Berbeda halnya dengan Imam Asy Syafi'i dan Ibnu Hazm yang keduanya mewajibkan mandi junub secara mutlak bagi yang keluar mani,baik yang di sertai syahwat ataupun tidak.Wallahu a'lam.
Demikian tulisan kali ini,semoga tulisan ini mampu membantu saudara muslim di manapun berada yang belum tahu mengenai tentang permasalahan di atas.tulisan ini saya ambil dari sumber al atsarriyah.com.
SYUKRON...

Senin, 23 Juli 2012

DO'A SESUDAH SHOLAT TARAWIH

Diposting oleh Nayla Ahebich di 05.38 5 komentar

Do’a sesudah shalat Tarawih:

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ : ุงَู„ْุญَู…ْุฏُู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ุญَู…ْุฏًุงูŠُูˆَุงูِู‰ ู†ِุนَู…َู‡ُ ูˆَูŠُูƒَุงูِุฆُ ู…َุฒِูŠْุฏَู‡ُ , ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍ , ุงَู„ู„َّู‡ُู…َ ุงุฌْุนَู„ْู†َุง ุจِุงْู„ุงِูŠْู…َุงู†ِ ูƒَู…ِู„ِูŠْู†َ , ูˆَู„ِู„ْูَุฑَุงุฆِุถِ ู…ُุคَุฏِّูŠْู† . ูˆَู„ู„ِุตَّู„ุงَุฉِุญَุงูِุธِูŠْู†َ , ูˆَู„ู„ِุฒَّูƒَุงุฉِ ูَุงุนِู„ِูŠْู†َ , ูˆَู„ِู…َุงุนِู†ْุฏَูƒَ ุทَุงู„ِุจِูŠْู†َ , ูˆَู„ِุนَูْูˆِูƒَ ุฑَุงุฌِูŠِّู†َ , ูˆَุจِุงْู„ู‡ُุฏَู‰ ู…ُุชَู…َุณِّูƒِูŠْู†َ , ูˆَุนَู†ِ ุงู„ู„َّุบْูˆِู…ُุนْุฑِุถِูŠْู†َ , ูˆَูู‰ِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุงุฒَุงู‡ِุฏِูŠْู†َ , ูˆَูู‰ِ ุงْู„ุงุฎِุฑَุฉِุฑَุงุบِุจِูŠْู†َ , ูˆَุจِุงู„ْู‚َุถَุงุกِุฑَุถِูŠْู†َ , ูˆَุจِุงู„ู†َّุนْู…َุงุกِุดَุงูƒِุฑِูŠْู†َ , ูˆَุนَู„ู‰َ ุงْู„ุจَู„ุงَุกِุตَุงุจِุฑِูŠْู†َ , ูˆَุชَุญْุชَ ู„ِูˆَุกِ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍุตَู„ู‰َّ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَูˆْู…َ ุงْู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุณَุงุฆِุฑِูŠْู†َ , ูˆَุงِู„ู‰َ ุงْู„ุญَูˆْุถِ ูˆَุงุฑِุฏِูŠْู†َ , ูˆَุงِู„ู‰َ ุงْู„ุฌَู†َّุฉِุฏَู„ุฎِู„ِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِู†َุงุฌِูŠْู†َ , ูˆَุนَู„َ ุณَุฑِูŠْุฑِุงْู„ูƒَุฑَุงู…َุฉِ ู‚َุงุนِุฏِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†ْ ุญُูˆْุฑِุงْู„ِุนَูŠْู†ِ ู…ُุชَุฒَูˆِّุฌِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†ْ ุณُู†ْุฏُ ุณٍ ูˆَุงِุณْุชَุจْุฑَู‚ٍ ูˆَّุฏِูŠْุจَุงุญٍ ู…ُุชَู„َุจِّุณِูŠْู†َ , ูˆَู…ِู†ْ ุทَุนَุงู…ِ ุงَู„ุฌَู†َّุฉِ ุข ูƒِู„ِูŠْู†َ ูˆَู…ِู†ْ ู„َุจَู†ٍ ูˆَุนَุณَู„ٍ ู…ُุตَูًู‰ ุดَุงุฑِุจِูŠْู†َ , ุจِุงَูƒْูˆุงَุจٍ ูˆِّุงَุจَุงุฑِูŠْู‚َ ูˆَูƒَุฃْุณٍ ู…ِู†ْ ู…َุนِูŠْู† , ู…َุญَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠْู†َ ูˆَุงู„ุตِْุฏِّ ูŠْู‚ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ุดُّู‡َุฏَุงุกِูˆَุงู„ุตَّู„ِุญِูŠْู†َ , ูˆَุญَุณُู†َ ุงُูˆู„َุฆِูƒَ ุฑَูِูŠْู‚ًุง , ุฐَู„ِูƒَ ุงْู„َูَุถْู„ُ ู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ ูˆَูƒَูู‰َ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„ِูŠْู… َ ูˆَุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ ุฑَุจِّุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†

“ALLAAHUMMAJ’ALNAA BIL IIMAANI KAAMILIINA. WALIFARAA-IDLIKA MU-ADDIINA WA-ALASH SHALAWAATI MUHAAFIDHIINA. WALIZZAKAATI FAA’ILIINA WALIMAA ‘INDAKA THAALIBIINA. WALI-AFWIKA RAAJINA, WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA. WA-ANIL LAGHWI MU’RIDLIINA WAFID DUNYAA ZAAHIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WABIL QADLAA-I RAADLIINA, WABIN NA’MAA-I SYAAKIRIINA. WA-ALAL BALAA-I SHAABIRIINA WATAHTA LIWAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASAI LAMA YAUMAL QIYAAMATI SAAIRIINA WA’ALAL HAUDLI WAARIDIINA, WAFIL JANNATI DAKHILIINA. WA-ALAA SARIIRATIL KARAAMATI QAA’IDIINA. WABIKHUURIN ‘IININ MUTAZAWWIJIINA WAMIN SUNDUSIN WAISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTA-LABBISIINA WATHA’AAMIL JANNATI AAKILIINA. WAMIN LABANIN WA’ASALIN MUSHAFFIINA SYAARIBIINA BIAKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA’SIN MIM MA’IININ MA’AL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM MINAN NABIYYIINA WASH SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH-SHAALIHIINA WAHASUNA ULAA-IKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADLLU MINALLAAHI WAKAFAA BILLAAHI ‘ALIIMA. WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.
Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.

Template by:
Free Blog Templates