YA ALLOH...
aku lelah...aku lelah dengan semua ini...
aku lelah menghadapi ujian ini...
kapan akan ada bahagia untukku...
haruskah hidupku selalu di penuhi deraian airmata...
aku bener bener capek...aku dah gak sanggup...
sampai kapan aku harus hidup dalam kepura puraan...
sampai kapan aku harus memperlihatkan bahwa aku orang yang tegar...
aku lelah YA ALLOH...aku bener bener lelah...
Ini ujian atau karma????
bila ujian kenapa tak kunjung ada hentinya...
bila karma dosa apa yang telah aku lakukan hingga aku harus menanggung semuanya???
YA ALLOH...kuatkan aku...bantu aku untuk selalu iklas menghadapi takdir-MU...
Jumat, 30 Desember 2011
____Thanks untuk malam itu____
mimpi tentangnya hadir lagi hingga membuatku terjaga dari tidurku.malam itu semuanya terasa sunyi.tak ku dengar lagi suara riuh para pengunjung seperti siank hari.hawa malam dan keheningan membuatku sedikit merasa ketakutan.bagaimana tidak,sudah dua hari lamanya aku terbaring seorang diri di kamar yg penuh dengan alat pengobatan dan infus yang masih bertengger di sampingku.ya semua karna kebodohanku sendiri yang tak becus untuk menjadi pendonor darah gratis.hingga akhirnya aku harus rela menjadi pencicip obat untuk beberapa hari.ku rasakan ada yg beda dgn malam ini aku mencium bau parfum yang sangat menusuk hidung.aku segera menutup kembali mataku dan menerka nerka siapa pemilik bau wangi itu.jantungku mulai berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"OH TUHAN...mungkinkah ada hantu?"tanyaku dalam hati.menitpun berlalu tapi bau yg ku cium tak jua hengkang dari kamarku.setumpuk rasa penasaranpun mulai menghujani pikiranku.aku beranikan diri membuka mataku sedikit menatap tiap sudut kamar tempatku berbaring."dug"mungkin itulah bunyi yg tepat untuk menggambarkan detakan jantugku waktu itu akibat rasa kaget yg menghampiriku,bagaimana tidak ku menangkap sebuah bayangan yg sedang bersimpuh di lantai tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.ku segera menutup kembali mataku dan membalikkan badan membelakangi sosok itu.namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku.pikiranku mulai berperang menerka sosok yg barusan tertangkap oleh mataku."hantukah itu?????oh bukan...jawabku sendiri untuk menghalau perasaan takutku.pasti bukan hantu masak di negeri semaju ini masih ada juga hantu gentayangan,tapi bisa juga iya bukankah dunia lain itu ada dan tidak terkecuali negara maju sekalipun,buktinya bnyak teman2 yg bercerita pernah melihat hantu di apartemen apartemen tempat mereka tinggal.apalagi ini rumah sakit.
lantas jika itu manusia siapa yg sudi menjagaku malam malam begini???adi...rasanya gak mungkin apalagi dia besok harus kerja mengantar bos pagi pagi,mr.wong...sungguh tidak mungkin orang setua itu mnjagaku mlm mlm begini.mom... itu lebih tidak mungkin lagi.lantas siapa????mungkinkah suster ngesot...arghhhhhhh...."pluk...ada sesuatu bnda yg terjatuh dari meja di samping ranjangku yg tersenggol selimutku waktu ku tarik untuk menutup seluruh tubuhku.
"beibz..."seperti mndengar petir saat suara itu terdengar.panggilan dan suara itu udah tak asing lagi bagiku.beibz...panggilan kesayangan itu hanya terdengar oleh seorang teman yang sempat ku kenal beberapa bulan lalu saat memanggilku.dan aku seketika menoleh ke arah suara itu.seperti tak percaya aku menatap sosok seorang pemuda yg sedang berjalan menuju ke arahku.ya dialah rendi seorang pemuda kota yg pernah ku kenal melalui bosku dan pamannya.dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.aku menyambut tangannya dan berjabatan tangan tanpa berani menatap mukanya.malu itulah yg berada di benakku saat itu.aku menunggunya untuk melepaskan jabatan tangannya tanpa mengucap suatu kata apapun.barulah beberapa detik kemudian dia mulai melepaskan jabatan tangannya dan berlalu menuju tempat saklar untuk menyalakan lampu yg lebih terang.
"kamu kenapa lagi beibz?"tanyanya datar sembari meletakkan tubuhnya di kursi samping ranjang tempatku berbaring.
"gak kenapa napa mas"
"kalau gak kenapa napa,kenapa bisa sampai di tempat ini?terus infus ini buat apa?terus apa yg terjadi hingga balutan itu menempel di pergelangan tangan kirimu?"tanyanya penuh selidik.aku hanya menghela nafas panjang tanpa memperdulikan pertanyaan yg terlontar dari mulut mas rendi sambil mengalihkan tatapanku darinya.
"pasti gara gara laki laki itu lagi kan kamu berbuat senekat ini?"tanyanya menambahkan.aku tetap diam tanpa menjawab sederet pertanyaan darinya.
"mas kok bisa sampai sini ????"tanyaku basa basi walau sebenarnya berita akan kedatangannya dah ku dengar dari mr.wong beberapa minggu sebelumnya.dia tersenyum tipis,ntah apa arti dari senyum itu aku tak tahu.sekedar senyum atau dia dah membaca gelagatku untuk mengalihkan pembicaraan."kok gak jawab mas?mlah senyum doank"tanyaku sedikit merajuk kepadanya.
"beibz...kamu ingin tahu kenapa aku tersenyum?"aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan kata."ada tiga alasan yang membuat aku tersenyum padamu."tambahnya sambil menghela nafas panjang.
"yang pertama aku tersenyum bahagia krna bisa berjumpa dg gadis jutek sepertimu lagi dan sayanknya dalam kondisi yang sama broken heart,yang ke dua aku tersenyum heran kenapa kau masih juga suka mengalihkan pembicaraan.yang ke tiga aku tersenyum menahan geli karna kebodohanmu pada cinta mayamu."tuturnya menambahkan jawabannya.aku hanya tersenyum mendengar jawaban yg keluar dari mulut mas rendi.mungkin ucapannya benar.aku terlalu mengagungkan cinta dari roni yang ku kenal lewat dunia maya.yang akhirnya hanya menorehkan luka yg kesekian kalinya.tapi tidak... roni tidak menorehkan luka.ia hanya berada di posisi yg membingungkan,yang salah adalah aku sendiri.aku yang salah menempatkan cinta.aku yang keliru terlalu percaya pada setiap janjinya.roni orangnya baik,dia pasti menepati semua sumpah yg pernah dia ucapkan.aku yakin itu.aku yakin sekali.batinku berperang melawan pemikiran pemikiranku mengenai roni.hingga akhirnya aku tersadar oleh panggilan mas rendi kepadaku.
"kamu melamun beibz..."
"bebek adus kali ono banjer gedi ora iso nglali"
"keli teko ngawi"balas mas rendi sambil tertawa.
"kok ngawi?kenapa gak klaten?"tanyaku spontan
"kalau ngawi pas akhirannya i,kalau klatenkan akhirannya n."jawabnya membela diri.akupun tak bisa menahan tawa saat mndengar ucapannya.ntah sampai jam berapa obrolan itu berlanjut akupun tak ingat lagi,hingga akhirnya matakupun terlena kembali.candaan candaan darinya membuatku merasa tak sendiri lagi.walau tak dapat ku pungkiri hatiku masih begitu merindukan roni yang telah pergi._______end_________
"OH TUHAN...mungkinkah ada hantu?"tanyaku dalam hati.menitpun berlalu tapi bau yg ku cium tak jua hengkang dari kamarku.setumpuk rasa penasaranpun mulai menghujani pikiranku.aku beranikan diri membuka mataku sedikit menatap tiap sudut kamar tempatku berbaring."dug"mungkin itulah bunyi yg tepat untuk menggambarkan detakan jantugku waktu itu akibat rasa kaget yg menghampiriku,bagaimana tidak ku menangkap sebuah bayangan yg sedang bersimpuh di lantai tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.ku segera menutup kembali mataku dan membalikkan badan membelakangi sosok itu.namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku.pikiranku mulai berperang menerka sosok yg barusan tertangkap oleh mataku."hantukah itu?????oh bukan...jawabku sendiri untuk menghalau perasaan takutku.pasti bukan hantu masak di negeri semaju ini masih ada juga hantu gentayangan,tapi bisa juga iya bukankah dunia lain itu ada dan tidak terkecuali negara maju sekalipun,buktinya bnyak teman2 yg bercerita pernah melihat hantu di apartemen apartemen tempat mereka tinggal.apalagi ini rumah sakit.
lantas jika itu manusia siapa yg sudi menjagaku malam malam begini???adi...rasanya gak mungkin apalagi dia besok harus kerja mengantar bos pagi pagi,mr.wong...sungguh tidak mungkin orang setua itu mnjagaku mlm mlm begini.mom... itu lebih tidak mungkin lagi.lantas siapa????mungkinkah suster ngesot...arghhhhhhh...."pluk...ada sesuatu bnda yg terjatuh dari meja di samping ranjangku yg tersenggol selimutku waktu ku tarik untuk menutup seluruh tubuhku.
"beibz..."seperti mndengar petir saat suara itu terdengar.panggilan dan suara itu udah tak asing lagi bagiku.beibz...panggilan kesayangan itu hanya terdengar oleh seorang teman yang sempat ku kenal beberapa bulan lalu saat memanggilku.dan aku seketika menoleh ke arah suara itu.seperti tak percaya aku menatap sosok seorang pemuda yg sedang berjalan menuju ke arahku.ya dialah rendi seorang pemuda kota yg pernah ku kenal melalui bosku dan pamannya.dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.aku menyambut tangannya dan berjabatan tangan tanpa berani menatap mukanya.malu itulah yg berada di benakku saat itu.aku menunggunya untuk melepaskan jabatan tangannya tanpa mengucap suatu kata apapun.barulah beberapa detik kemudian dia mulai melepaskan jabatan tangannya dan berlalu menuju tempat saklar untuk menyalakan lampu yg lebih terang.
"kamu kenapa lagi beibz?"tanyanya datar sembari meletakkan tubuhnya di kursi samping ranjang tempatku berbaring.
"gak kenapa napa mas"
"kalau gak kenapa napa,kenapa bisa sampai di tempat ini?terus infus ini buat apa?terus apa yg terjadi hingga balutan itu menempel di pergelangan tangan kirimu?"tanyanya penuh selidik.aku hanya menghela nafas panjang tanpa memperdulikan pertanyaan yg terlontar dari mulut mas rendi sambil mengalihkan tatapanku darinya.
"pasti gara gara laki laki itu lagi kan kamu berbuat senekat ini?"tanyanya menambahkan.aku tetap diam tanpa menjawab sederet pertanyaan darinya.
"mas kok bisa sampai sini ????"tanyaku basa basi walau sebenarnya berita akan kedatangannya dah ku dengar dari mr.wong beberapa minggu sebelumnya.dia tersenyum tipis,ntah apa arti dari senyum itu aku tak tahu.sekedar senyum atau dia dah membaca gelagatku untuk mengalihkan pembicaraan."kok gak jawab mas?mlah senyum doank"tanyaku sedikit merajuk kepadanya.
"beibz...kamu ingin tahu kenapa aku tersenyum?"aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan kata."ada tiga alasan yang membuat aku tersenyum padamu."tambahnya sambil menghela nafas panjang.
"yang pertama aku tersenyum bahagia krna bisa berjumpa dg gadis jutek sepertimu lagi dan sayanknya dalam kondisi yang sama broken heart,yang ke dua aku tersenyum heran kenapa kau masih juga suka mengalihkan pembicaraan.yang ke tiga aku tersenyum menahan geli karna kebodohanmu pada cinta mayamu."tuturnya menambahkan jawabannya.aku hanya tersenyum mendengar jawaban yg keluar dari mulut mas rendi.mungkin ucapannya benar.aku terlalu mengagungkan cinta dari roni yang ku kenal lewat dunia maya.yang akhirnya hanya menorehkan luka yg kesekian kalinya.tapi tidak... roni tidak menorehkan luka.ia hanya berada di posisi yg membingungkan,yang salah adalah aku sendiri.aku yang salah menempatkan cinta.aku yang keliru terlalu percaya pada setiap janjinya.roni orangnya baik,dia pasti menepati semua sumpah yg pernah dia ucapkan.aku yakin itu.aku yakin sekali.batinku berperang melawan pemikiran pemikiranku mengenai roni.hingga akhirnya aku tersadar oleh panggilan mas rendi kepadaku.
"kamu melamun beibz..."
"bebek adus kali ono banjer gedi ora iso nglali"
"keli teko ngawi"balas mas rendi sambil tertawa.
"kok ngawi?kenapa gak klaten?"tanyaku spontan
"kalau ngawi pas akhirannya i,kalau klatenkan akhirannya n."jawabnya membela diri.akupun tak bisa menahan tawa saat mndengar ucapannya.ntah sampai jam berapa obrolan itu berlanjut akupun tak ingat lagi,hingga akhirnya matakupun terlena kembali.candaan candaan darinya membuatku merasa tak sendiri lagi.walau tak dapat ku pungkiri hatiku masih begitu merindukan roni yang telah pergi._______end_________
Selasa, 06 Desember 2011
RINTIHAN LUKA MENGHARAP BAHAGIA
Masihkah kau ingat senja menemani jejak jejak langkah kita
Masihkah kau ingat hembusan angin menyapa lembut tubuh kita
Kita bercerita tentang indahnya impian impian kita
Menerawang jauh tentang mahligai singasana cinta yang akan kita bina
Tapi oh tidak!!!!!!!
Senja itu berangsur angsur menghilang tergantikan oleh pekatnya malam
Apakah cinta kita akan seperti senja itu ai...
Keindahannya akan pergi dan berganti dengan kegelapan
Karna keping keping kehancuran telah mulai menampakkan keegoannya
Ai...
Tak bisakah kau rasakan betapa agung rasa sayank ini padamu
Tak bisakah kau mengerti akan ketulusan hati ini padamu
Demi kamu ku tinggalkan semua,,,
Berjalan mengikuti langkahmu meski kadang aku lelah mengikuti jejakmu
Tapi ku tetap berjalan terus berjalan mengimbangi hentakan kakimu
Ai...
Bila memang aku telah bersalah
Tegurlah aku bila perlu cacilah makilah aku sepuasmu
Tapi jangan kau tinggalkan aku
Ke mana ku harus mencarimu????
Bagaimana keadaanmu akupun tak jua dapat kabarmu
Ai...
Inikah cinta yg pernah kau tawarkan padaku????
Inikah impian yang kau sebut indah itu????
Inikah kebahagiaan yang pernah kau janjikan padaku saat itu????
Ini bukan kebahagiaan ai tapi ini neraka buatku
Karna tanpa hadirmu terasa beku hidupku...
Datanglah ai...
Sampai kapanpun aku tetap menunggu kehadiranmu
Karna ku yakin kau pasti akan menepati janji dan sumpahmu padaku...
Masihkah kau ingat hembusan angin menyapa lembut tubuh kita
Kita bercerita tentang indahnya impian impian kita
Menerawang jauh tentang mahligai singasana cinta yang akan kita bina
Tapi oh tidak!!!!!!!
Senja itu berangsur angsur menghilang tergantikan oleh pekatnya malam
Apakah cinta kita akan seperti senja itu ai...
Keindahannya akan pergi dan berganti dengan kegelapan
Karna keping keping kehancuran telah mulai menampakkan keegoannya
Ai...
Tak bisakah kau rasakan betapa agung rasa sayank ini padamu
Tak bisakah kau mengerti akan ketulusan hati ini padamu
Demi kamu ku tinggalkan semua,,,
Berjalan mengikuti langkahmu meski kadang aku lelah mengikuti jejakmu
Tapi ku tetap berjalan terus berjalan mengimbangi hentakan kakimu
Ai...
Bila memang aku telah bersalah
Tegurlah aku bila perlu cacilah makilah aku sepuasmu
Tapi jangan kau tinggalkan aku
Ke mana ku harus mencarimu????
Bagaimana keadaanmu akupun tak jua dapat kabarmu
Ai...
Inikah cinta yg pernah kau tawarkan padaku????
Inikah impian yang kau sebut indah itu????
Inikah kebahagiaan yang pernah kau janjikan padaku saat itu????
Ini bukan kebahagiaan ai tapi ini neraka buatku
Karna tanpa hadirmu terasa beku hidupku...
Datanglah ai...
Sampai kapanpun aku tetap menunggu kehadiranmu
Karna ku yakin kau pasti akan menepati janji dan sumpahmu padaku...
Selasa, 25 Oktober 2011
SENANDUNG PINTA DALAM DO'A
Resah jiwa berdendang melantunkan melodi kehampaan
Kegalauan membeku menggumpalkan hasrat kesunyian
Melodi kekosongan kian merongrong dalam ingatan
membentuk aliran kecil yang bermuara dalam kesendirian
Arghhhhh!!!!!
Andai saja aku bisa seperti senja
Yang mampu mengalahkan keangkuhan matahari dengan sempurna
Atau seperti elang yang mampu mengepakkan sayap mengelilingi seluruh jagat raya
Mungkin aku tak kan merasakan kesepian dan penuh kelemahan
Tapi Apa pula gunanya hidup selalu dalam pengandaian
Menginginkan sesuatu yang mereka miliki
Hanya akan membuat berkurang rasa syukurku terhadap karunia yang telah DIA beri
Dan bila itu terjadi
Alangkah malunya diri ini di hadapan dzat YANG MAHA PEMBERI
YA ALLOH inilah diriku...
Diri yang lemah tiada daya tanpa kekuatan dari-MU
Tiada kemampuan tanpa pertolongan-MU
Aku ingin melangkah dengan pijakan pada kakiku
Aku ingin melangkah dengan segenap semangatku
Aku yakin semua atas izin-MU
Aku yakin semua ada dalam kuasa-MU
Maka luaskanlah ladang kesabaranku dalam menghadapi setiap cobaan-MU
Kegalauan membeku menggumpalkan hasrat kesunyian
Melodi kekosongan kian merongrong dalam ingatan
membentuk aliran kecil yang bermuara dalam kesendirian
Arghhhhh!!!!!
Andai saja aku bisa seperti senja
Yang mampu mengalahkan keangkuhan matahari dengan sempurna
Atau seperti elang yang mampu mengepakkan sayap mengelilingi seluruh jagat raya
Mungkin aku tak kan merasakan kesepian dan penuh kelemahan
Tapi Apa pula gunanya hidup selalu dalam pengandaian
Menginginkan sesuatu yang mereka miliki
Hanya akan membuat berkurang rasa syukurku terhadap karunia yang telah DIA beri
Dan bila itu terjadi
Alangkah malunya diri ini di hadapan dzat YANG MAHA PEMBERI
YA ALLOH inilah diriku...
Diri yang lemah tiada daya tanpa kekuatan dari-MU
Tiada kemampuan tanpa pertolongan-MU
Aku ingin melangkah dengan pijakan pada kakiku
Aku ingin melangkah dengan segenap semangatku
Aku yakin semua atas izin-MU
Aku yakin semua ada dalam kuasa-MU
Maka luaskanlah ladang kesabaranku dalam menghadapi setiap cobaan-MU
Selasa, 18 Oktober 2011
_______selamat jalan cinta________
Selamat pagi Cinta….
Sepeninggalnya malam, Aku terbangun dari mimpi panjang tentang indahnya hidup bersamamu,,,dan ku tersadar,,,Cerita itu hanyalah mimpi.
Bahagia ini menyertai selalu hari-harimu bersamanya, Kau telah kembali menyatu, memadu kasih sayang , merajut rindumu yang sudah lama usang. Menjalin asa yang pernah terputus Oleh waktu.
Aku Gembira melihat kamu dengannya, Bukan karena aku tak mencintaimu, tapi…karena kau tahu Cinta tidaklah harus memiliki
Cinta kita adalah anugrah dari NYA.
Tak pernah aku pungkiri,,,hadirmu disisi ku waktu itu,,,tidaklah kebetulan,,,
Atau hanya sebuah pelarian Cinta darimu,,,yang pasti Kau sangat berarti untuk ku,,,
Namun,,,
Masih ada segumpal hati yang lebih membutuhkanmu,,, mencintaimu,,,,menyayangimu,,, dengan segenap jiwa raganya.
Aku mengalah,,,untuk kebahagiaanmu dan kebahagiaannya,,,
Aku mundur,,,Karena besarnya cinta ku kepadamu,,,
Janji dan sumpahmu masih membekas di segenap ingatan dan sendi-sendi disekujur tubuhku. Itu tidaklah jadi pengganggu kehidupanku. bahkan itu merupakan hadiah yang sangat berharga darimu. karena Aku tahu Cintamu padaku tidaklah semu, dan tidak sebatas ucap dibibir manis mu itu...
Berbahagialah bersamanya, Temani dirinya mengarungi kehidupan ini, aku merelakan kepergiaanmu,
Bukan karena aku Tidak mencintaimu namun karena besarnya cinta ini padamu...
Kamis, 13 Oktober 2011
DIK BELAJARLAH UNTUK MENGERTI LUKA!!!!
Dik, belajarlah untuk jatuh lebih dahulu
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
Dik belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
Dik, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudoakan kau membahana
Dik, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
Dik belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
Dik, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudoakan kau membahana
Dik, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka
______do'aku pada-MU______
Saat sosok lain menghampiriku
Tlah kucoba logiskan pikiranku
Bahwa dia tak sempurna
Tapi mengapa hati tetap berharap?
Berharap bisa bersamanya dalam naung cinta-MU
Mengapa kali ini begini?
Tlah kucoba logiskan pikiranku
Bahwa dia tak sempurna
Tapi mengapa hati tetap berharap?
Berharap bisa bersamanya dalam naung cinta-MU
Mengapa kali ini begini?
Mengapa rasa ini tak seperti yang terdahulu?
Ya TUHANku…
Terbangkanlah rasa ini meninggi
Bersama sayap lantun doaku pada-MU
Bersama sujud pasrahku pada-MU
Menuju muara kasih-MU
Ya TUHANku…
Terbangkanlah rasa ini meninggi
Bersama sayap lantun doaku pada-MU
Bersama sujud pasrahku pada-MU
Menuju muara kasih-MU
Ya ALLAH…
Pertemukanlah kami dengan restu-MU
Jodohkanlah kami dengan ijin-MU
Izinkan aku mencintainya
Hingga kucinta segala sesuatu hanya karena-MU
Dan pertemukanlah kami di kursi pelaminan dengan restu kasih sayang-MU
Pertemukanlah kami dengan restu-MU
Jodohkanlah kami dengan ijin-MU
Izinkan aku mencintainya
Hingga kucinta segala sesuatu hanya karena-MU
Dan pertemukanlah kami di kursi pelaminan dengan restu kasih sayang-MU
Langganan:
Postingan (Atom)
Jumat, 30 Desember 2011
Jerit hatiku pada-MU
YA ALLOH...
aku lelah...aku lelah dengan semua ini...
aku lelah menghadapi ujian ini...
kapan akan ada bahagia untukku...
haruskah hidupku selalu di penuhi deraian airmata...
aku bener bener capek...aku dah gak sanggup...
sampai kapan aku harus hidup dalam kepura puraan...
sampai kapan aku harus memperlihatkan bahwa aku orang yang tegar...
aku lelah YA ALLOH...aku bener bener lelah...
Ini ujian atau karma????
bila ujian kenapa tak kunjung ada hentinya...
bila karma dosa apa yang telah aku lakukan hingga aku harus menanggung semuanya???
YA ALLOH...kuatkan aku...bantu aku untuk selalu iklas menghadapi takdir-MU...
aku lelah...aku lelah dengan semua ini...
aku lelah menghadapi ujian ini...
kapan akan ada bahagia untukku...
haruskah hidupku selalu di penuhi deraian airmata...
aku bener bener capek...aku dah gak sanggup...
sampai kapan aku harus hidup dalam kepura puraan...
sampai kapan aku harus memperlihatkan bahwa aku orang yang tegar...
aku lelah YA ALLOH...aku bener bener lelah...
Ini ujian atau karma????
bila ujian kenapa tak kunjung ada hentinya...
bila karma dosa apa yang telah aku lakukan hingga aku harus menanggung semuanya???
YA ALLOH...kuatkan aku...bantu aku untuk selalu iklas menghadapi takdir-MU...
____Thanks untuk malam itu____
mimpi tentangnya hadir lagi hingga membuatku terjaga dari tidurku.malam itu semuanya terasa sunyi.tak ku dengar lagi suara riuh para pengunjung seperti siank hari.hawa malam dan keheningan membuatku sedikit merasa ketakutan.bagaimana tidak,sudah dua hari lamanya aku terbaring seorang diri di kamar yg penuh dengan alat pengobatan dan infus yang masih bertengger di sampingku.ya semua karna kebodohanku sendiri yang tak becus untuk menjadi pendonor darah gratis.hingga akhirnya aku harus rela menjadi pencicip obat untuk beberapa hari.ku rasakan ada yg beda dgn malam ini aku mencium bau parfum yang sangat menusuk hidung.aku segera menutup kembali mataku dan menerka nerka siapa pemilik bau wangi itu.jantungku mulai berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"OH TUHAN...mungkinkah ada hantu?"tanyaku dalam hati.menitpun berlalu tapi bau yg ku cium tak jua hengkang dari kamarku.setumpuk rasa penasaranpun mulai menghujani pikiranku.aku beranikan diri membuka mataku sedikit menatap tiap sudut kamar tempatku berbaring."dug"mungkin itulah bunyi yg tepat untuk menggambarkan detakan jantugku waktu itu akibat rasa kaget yg menghampiriku,bagaimana tidak ku menangkap sebuah bayangan yg sedang bersimpuh di lantai tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.ku segera menutup kembali mataku dan membalikkan badan membelakangi sosok itu.namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku.pikiranku mulai berperang menerka sosok yg barusan tertangkap oleh mataku."hantukah itu?????oh bukan...jawabku sendiri untuk menghalau perasaan takutku.pasti bukan hantu masak di negeri semaju ini masih ada juga hantu gentayangan,tapi bisa juga iya bukankah dunia lain itu ada dan tidak terkecuali negara maju sekalipun,buktinya bnyak teman2 yg bercerita pernah melihat hantu di apartemen apartemen tempat mereka tinggal.apalagi ini rumah sakit.
lantas jika itu manusia siapa yg sudi menjagaku malam malam begini???adi...rasanya gak mungkin apalagi dia besok harus kerja mengantar bos pagi pagi,mr.wong...sungguh tidak mungkin orang setua itu mnjagaku mlm mlm begini.mom... itu lebih tidak mungkin lagi.lantas siapa????mungkinkah suster ngesot...arghhhhhhh...."pluk...ada sesuatu bnda yg terjatuh dari meja di samping ranjangku yg tersenggol selimutku waktu ku tarik untuk menutup seluruh tubuhku.
"beibz..."seperti mndengar petir saat suara itu terdengar.panggilan dan suara itu udah tak asing lagi bagiku.beibz...panggilan kesayangan itu hanya terdengar oleh seorang teman yang sempat ku kenal beberapa bulan lalu saat memanggilku.dan aku seketika menoleh ke arah suara itu.seperti tak percaya aku menatap sosok seorang pemuda yg sedang berjalan menuju ke arahku.ya dialah rendi seorang pemuda kota yg pernah ku kenal melalui bosku dan pamannya.dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.aku menyambut tangannya dan berjabatan tangan tanpa berani menatap mukanya.malu itulah yg berada di benakku saat itu.aku menunggunya untuk melepaskan jabatan tangannya tanpa mengucap suatu kata apapun.barulah beberapa detik kemudian dia mulai melepaskan jabatan tangannya dan berlalu menuju tempat saklar untuk menyalakan lampu yg lebih terang.
"kamu kenapa lagi beibz?"tanyanya datar sembari meletakkan tubuhnya di kursi samping ranjang tempatku berbaring.
"gak kenapa napa mas"
"kalau gak kenapa napa,kenapa bisa sampai di tempat ini?terus infus ini buat apa?terus apa yg terjadi hingga balutan itu menempel di pergelangan tangan kirimu?"tanyanya penuh selidik.aku hanya menghela nafas panjang tanpa memperdulikan pertanyaan yg terlontar dari mulut mas rendi sambil mengalihkan tatapanku darinya.
"pasti gara gara laki laki itu lagi kan kamu berbuat senekat ini?"tanyanya menambahkan.aku tetap diam tanpa menjawab sederet pertanyaan darinya.
"mas kok bisa sampai sini ????"tanyaku basa basi walau sebenarnya berita akan kedatangannya dah ku dengar dari mr.wong beberapa minggu sebelumnya.dia tersenyum tipis,ntah apa arti dari senyum itu aku tak tahu.sekedar senyum atau dia dah membaca gelagatku untuk mengalihkan pembicaraan."kok gak jawab mas?mlah senyum doank"tanyaku sedikit merajuk kepadanya.
"beibz...kamu ingin tahu kenapa aku tersenyum?"aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan kata."ada tiga alasan yang membuat aku tersenyum padamu."tambahnya sambil menghela nafas panjang.
"yang pertama aku tersenyum bahagia krna bisa berjumpa dg gadis jutek sepertimu lagi dan sayanknya dalam kondisi yang sama broken heart,yang ke dua aku tersenyum heran kenapa kau masih juga suka mengalihkan pembicaraan.yang ke tiga aku tersenyum menahan geli karna kebodohanmu pada cinta mayamu."tuturnya menambahkan jawabannya.aku hanya tersenyum mendengar jawaban yg keluar dari mulut mas rendi.mungkin ucapannya benar.aku terlalu mengagungkan cinta dari roni yang ku kenal lewat dunia maya.yang akhirnya hanya menorehkan luka yg kesekian kalinya.tapi tidak... roni tidak menorehkan luka.ia hanya berada di posisi yg membingungkan,yang salah adalah aku sendiri.aku yang salah menempatkan cinta.aku yang keliru terlalu percaya pada setiap janjinya.roni orangnya baik,dia pasti menepati semua sumpah yg pernah dia ucapkan.aku yakin itu.aku yakin sekali.batinku berperang melawan pemikiran pemikiranku mengenai roni.hingga akhirnya aku tersadar oleh panggilan mas rendi kepadaku.
"kamu melamun beibz..."
"bebek adus kali ono banjer gedi ora iso nglali"
"keli teko ngawi"balas mas rendi sambil tertawa.
"kok ngawi?kenapa gak klaten?"tanyaku spontan
"kalau ngawi pas akhirannya i,kalau klatenkan akhirannya n."jawabnya membela diri.akupun tak bisa menahan tawa saat mndengar ucapannya.ntah sampai jam berapa obrolan itu berlanjut akupun tak ingat lagi,hingga akhirnya matakupun terlena kembali.candaan candaan darinya membuatku merasa tak sendiri lagi.walau tak dapat ku pungkiri hatiku masih begitu merindukan roni yang telah pergi._______end_________
"OH TUHAN...mungkinkah ada hantu?"tanyaku dalam hati.menitpun berlalu tapi bau yg ku cium tak jua hengkang dari kamarku.setumpuk rasa penasaranpun mulai menghujani pikiranku.aku beranikan diri membuka mataku sedikit menatap tiap sudut kamar tempatku berbaring."dug"mungkin itulah bunyi yg tepat untuk menggambarkan detakan jantugku waktu itu akibat rasa kaget yg menghampiriku,bagaimana tidak ku menangkap sebuah bayangan yg sedang bersimpuh di lantai tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.ku segera menutup kembali mataku dan membalikkan badan membelakangi sosok itu.namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku.pikiranku mulai berperang menerka sosok yg barusan tertangkap oleh mataku."hantukah itu?????oh bukan...jawabku sendiri untuk menghalau perasaan takutku.pasti bukan hantu masak di negeri semaju ini masih ada juga hantu gentayangan,tapi bisa juga iya bukankah dunia lain itu ada dan tidak terkecuali negara maju sekalipun,buktinya bnyak teman2 yg bercerita pernah melihat hantu di apartemen apartemen tempat mereka tinggal.apalagi ini rumah sakit.
lantas jika itu manusia siapa yg sudi menjagaku malam malam begini???adi...rasanya gak mungkin apalagi dia besok harus kerja mengantar bos pagi pagi,mr.wong...sungguh tidak mungkin orang setua itu mnjagaku mlm mlm begini.mom... itu lebih tidak mungkin lagi.lantas siapa????mungkinkah suster ngesot...arghhhhhhh...."pluk...ada sesuatu bnda yg terjatuh dari meja di samping ranjangku yg tersenggol selimutku waktu ku tarik untuk menutup seluruh tubuhku.
"beibz..."seperti mndengar petir saat suara itu terdengar.panggilan dan suara itu udah tak asing lagi bagiku.beibz...panggilan kesayangan itu hanya terdengar oleh seorang teman yang sempat ku kenal beberapa bulan lalu saat memanggilku.dan aku seketika menoleh ke arah suara itu.seperti tak percaya aku menatap sosok seorang pemuda yg sedang berjalan menuju ke arahku.ya dialah rendi seorang pemuda kota yg pernah ku kenal melalui bosku dan pamannya.dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.aku menyambut tangannya dan berjabatan tangan tanpa berani menatap mukanya.malu itulah yg berada di benakku saat itu.aku menunggunya untuk melepaskan jabatan tangannya tanpa mengucap suatu kata apapun.barulah beberapa detik kemudian dia mulai melepaskan jabatan tangannya dan berlalu menuju tempat saklar untuk menyalakan lampu yg lebih terang.
"kamu kenapa lagi beibz?"tanyanya datar sembari meletakkan tubuhnya di kursi samping ranjang tempatku berbaring.
"gak kenapa napa mas"
"kalau gak kenapa napa,kenapa bisa sampai di tempat ini?terus infus ini buat apa?terus apa yg terjadi hingga balutan itu menempel di pergelangan tangan kirimu?"tanyanya penuh selidik.aku hanya menghela nafas panjang tanpa memperdulikan pertanyaan yg terlontar dari mulut mas rendi sambil mengalihkan tatapanku darinya.
"pasti gara gara laki laki itu lagi kan kamu berbuat senekat ini?"tanyanya menambahkan.aku tetap diam tanpa menjawab sederet pertanyaan darinya.
"mas kok bisa sampai sini ????"tanyaku basa basi walau sebenarnya berita akan kedatangannya dah ku dengar dari mr.wong beberapa minggu sebelumnya.dia tersenyum tipis,ntah apa arti dari senyum itu aku tak tahu.sekedar senyum atau dia dah membaca gelagatku untuk mengalihkan pembicaraan."kok gak jawab mas?mlah senyum doank"tanyaku sedikit merajuk kepadanya.
"beibz...kamu ingin tahu kenapa aku tersenyum?"aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan kata."ada tiga alasan yang membuat aku tersenyum padamu."tambahnya sambil menghela nafas panjang.
"yang pertama aku tersenyum bahagia krna bisa berjumpa dg gadis jutek sepertimu lagi dan sayanknya dalam kondisi yang sama broken heart,yang ke dua aku tersenyum heran kenapa kau masih juga suka mengalihkan pembicaraan.yang ke tiga aku tersenyum menahan geli karna kebodohanmu pada cinta mayamu."tuturnya menambahkan jawabannya.aku hanya tersenyum mendengar jawaban yg keluar dari mulut mas rendi.mungkin ucapannya benar.aku terlalu mengagungkan cinta dari roni yang ku kenal lewat dunia maya.yang akhirnya hanya menorehkan luka yg kesekian kalinya.tapi tidak... roni tidak menorehkan luka.ia hanya berada di posisi yg membingungkan,yang salah adalah aku sendiri.aku yang salah menempatkan cinta.aku yang keliru terlalu percaya pada setiap janjinya.roni orangnya baik,dia pasti menepati semua sumpah yg pernah dia ucapkan.aku yakin itu.aku yakin sekali.batinku berperang melawan pemikiran pemikiranku mengenai roni.hingga akhirnya aku tersadar oleh panggilan mas rendi kepadaku.
"kamu melamun beibz..."
"bebek adus kali ono banjer gedi ora iso nglali"
"keli teko ngawi"balas mas rendi sambil tertawa.
"kok ngawi?kenapa gak klaten?"tanyaku spontan
"kalau ngawi pas akhirannya i,kalau klatenkan akhirannya n."jawabnya membela diri.akupun tak bisa menahan tawa saat mndengar ucapannya.ntah sampai jam berapa obrolan itu berlanjut akupun tak ingat lagi,hingga akhirnya matakupun terlena kembali.candaan candaan darinya membuatku merasa tak sendiri lagi.walau tak dapat ku pungkiri hatiku masih begitu merindukan roni yang telah pergi._______end_________
Selasa, 06 Desember 2011
RINTIHAN LUKA MENGHARAP BAHAGIA
Masihkah kau ingat senja menemani jejak jejak langkah kita
Masihkah kau ingat hembusan angin menyapa lembut tubuh kita
Kita bercerita tentang indahnya impian impian kita
Menerawang jauh tentang mahligai singasana cinta yang akan kita bina
Tapi oh tidak!!!!!!!
Senja itu berangsur angsur menghilang tergantikan oleh pekatnya malam
Apakah cinta kita akan seperti senja itu ai...
Keindahannya akan pergi dan berganti dengan kegelapan
Karna keping keping kehancuran telah mulai menampakkan keegoannya
Ai...
Tak bisakah kau rasakan betapa agung rasa sayank ini padamu
Tak bisakah kau mengerti akan ketulusan hati ini padamu
Demi kamu ku tinggalkan semua,,,
Berjalan mengikuti langkahmu meski kadang aku lelah mengikuti jejakmu
Tapi ku tetap berjalan terus berjalan mengimbangi hentakan kakimu
Ai...
Bila memang aku telah bersalah
Tegurlah aku bila perlu cacilah makilah aku sepuasmu
Tapi jangan kau tinggalkan aku
Ke mana ku harus mencarimu????
Bagaimana keadaanmu akupun tak jua dapat kabarmu
Ai...
Inikah cinta yg pernah kau tawarkan padaku????
Inikah impian yang kau sebut indah itu????
Inikah kebahagiaan yang pernah kau janjikan padaku saat itu????
Ini bukan kebahagiaan ai tapi ini neraka buatku
Karna tanpa hadirmu terasa beku hidupku...
Datanglah ai...
Sampai kapanpun aku tetap menunggu kehadiranmu
Karna ku yakin kau pasti akan menepati janji dan sumpahmu padaku...
Masihkah kau ingat hembusan angin menyapa lembut tubuh kita
Kita bercerita tentang indahnya impian impian kita
Menerawang jauh tentang mahligai singasana cinta yang akan kita bina
Tapi oh tidak!!!!!!!
Senja itu berangsur angsur menghilang tergantikan oleh pekatnya malam
Apakah cinta kita akan seperti senja itu ai...
Keindahannya akan pergi dan berganti dengan kegelapan
Karna keping keping kehancuran telah mulai menampakkan keegoannya
Ai...
Tak bisakah kau rasakan betapa agung rasa sayank ini padamu
Tak bisakah kau mengerti akan ketulusan hati ini padamu
Demi kamu ku tinggalkan semua,,,
Berjalan mengikuti langkahmu meski kadang aku lelah mengikuti jejakmu
Tapi ku tetap berjalan terus berjalan mengimbangi hentakan kakimu
Ai...
Bila memang aku telah bersalah
Tegurlah aku bila perlu cacilah makilah aku sepuasmu
Tapi jangan kau tinggalkan aku
Ke mana ku harus mencarimu????
Bagaimana keadaanmu akupun tak jua dapat kabarmu
Ai...
Inikah cinta yg pernah kau tawarkan padaku????
Inikah impian yang kau sebut indah itu????
Inikah kebahagiaan yang pernah kau janjikan padaku saat itu????
Ini bukan kebahagiaan ai tapi ini neraka buatku
Karna tanpa hadirmu terasa beku hidupku...
Datanglah ai...
Sampai kapanpun aku tetap menunggu kehadiranmu
Karna ku yakin kau pasti akan menepati janji dan sumpahmu padaku...
Selasa, 25 Oktober 2011
SENANDUNG PINTA DALAM DO'A
Resah jiwa berdendang melantunkan melodi kehampaan
Kegalauan membeku menggumpalkan hasrat kesunyian
Melodi kekosongan kian merongrong dalam ingatan
membentuk aliran kecil yang bermuara dalam kesendirian
Arghhhhh!!!!!
Andai saja aku bisa seperti senja
Yang mampu mengalahkan keangkuhan matahari dengan sempurna
Atau seperti elang yang mampu mengepakkan sayap mengelilingi seluruh jagat raya
Mungkin aku tak kan merasakan kesepian dan penuh kelemahan
Tapi Apa pula gunanya hidup selalu dalam pengandaian
Menginginkan sesuatu yang mereka miliki
Hanya akan membuat berkurang rasa syukurku terhadap karunia yang telah DIA beri
Dan bila itu terjadi
Alangkah malunya diri ini di hadapan dzat YANG MAHA PEMBERI
YA ALLOH inilah diriku...
Diri yang lemah tiada daya tanpa kekuatan dari-MU
Tiada kemampuan tanpa pertolongan-MU
Aku ingin melangkah dengan pijakan pada kakiku
Aku ingin melangkah dengan segenap semangatku
Aku yakin semua atas izin-MU
Aku yakin semua ada dalam kuasa-MU
Maka luaskanlah ladang kesabaranku dalam menghadapi setiap cobaan-MU
Kegalauan membeku menggumpalkan hasrat kesunyian
Melodi kekosongan kian merongrong dalam ingatan
membentuk aliran kecil yang bermuara dalam kesendirian
Arghhhhh!!!!!
Andai saja aku bisa seperti senja
Yang mampu mengalahkan keangkuhan matahari dengan sempurna
Atau seperti elang yang mampu mengepakkan sayap mengelilingi seluruh jagat raya
Mungkin aku tak kan merasakan kesepian dan penuh kelemahan
Tapi Apa pula gunanya hidup selalu dalam pengandaian
Menginginkan sesuatu yang mereka miliki
Hanya akan membuat berkurang rasa syukurku terhadap karunia yang telah DIA beri
Dan bila itu terjadi
Alangkah malunya diri ini di hadapan dzat YANG MAHA PEMBERI
YA ALLOH inilah diriku...
Diri yang lemah tiada daya tanpa kekuatan dari-MU
Tiada kemampuan tanpa pertolongan-MU
Aku ingin melangkah dengan pijakan pada kakiku
Aku ingin melangkah dengan segenap semangatku
Aku yakin semua atas izin-MU
Aku yakin semua ada dalam kuasa-MU
Maka luaskanlah ladang kesabaranku dalam menghadapi setiap cobaan-MU
Selasa, 18 Oktober 2011
_______selamat jalan cinta________
Selamat pagi Cinta….
Sepeninggalnya malam, Aku terbangun dari mimpi panjang tentang indahnya hidup bersamamu,,,dan ku tersadar,,,Cerita itu hanyalah mimpi.
Bahagia ini menyertai selalu hari-harimu bersamanya, Kau telah kembali menyatu, memadu kasih sayang , merajut rindumu yang sudah lama usang. Menjalin asa yang pernah terputus Oleh waktu.
Aku Gembira melihat kamu dengannya, Bukan karena aku tak mencintaimu, tapi…karena kau tahu Cinta tidaklah harus memiliki
Cinta kita adalah anugrah dari NYA.
Tak pernah aku pungkiri,,,hadirmu disisi ku waktu itu,,,tidaklah kebetulan,,,
Atau hanya sebuah pelarian Cinta darimu,,,yang pasti Kau sangat berarti untuk ku,,,
Namun,,,
Masih ada segumpal hati yang lebih membutuhkanmu,,, mencintaimu,,,,menyayangimu,,, dengan segenap jiwa raganya.
Aku mengalah,,,untuk kebahagiaanmu dan kebahagiaannya,,,
Aku mundur,,,Karena besarnya cinta ku kepadamu,,,
Janji dan sumpahmu masih membekas di segenap ingatan dan sendi-sendi disekujur tubuhku. Itu tidaklah jadi pengganggu kehidupanku. bahkan itu merupakan hadiah yang sangat berharga darimu. karena Aku tahu Cintamu padaku tidaklah semu, dan tidak sebatas ucap dibibir manis mu itu...
Berbahagialah bersamanya, Temani dirinya mengarungi kehidupan ini, aku merelakan kepergiaanmu,
Bukan karena aku Tidak mencintaimu namun karena besarnya cinta ini padamu...
Kamis, 13 Oktober 2011
DIK BELAJARLAH UNTUK MENGERTI LUKA!!!!
Dik, belajarlah untuk jatuh lebih dahulu
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
Dik belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
Dik, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudoakan kau membahana
Dik, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
Dik belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
Dik, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudoakan kau membahana
Dik, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka
______do'aku pada-MU______
Saat sosok lain menghampiriku
Tlah kucoba logiskan pikiranku
Bahwa dia tak sempurna
Tapi mengapa hati tetap berharap?
Berharap bisa bersamanya dalam naung cinta-MU
Mengapa kali ini begini?
Tlah kucoba logiskan pikiranku
Bahwa dia tak sempurna
Tapi mengapa hati tetap berharap?
Berharap bisa bersamanya dalam naung cinta-MU
Mengapa kali ini begini?
Mengapa rasa ini tak seperti yang terdahulu?
Ya TUHANku…
Terbangkanlah rasa ini meninggi
Bersama sayap lantun doaku pada-MU
Bersama sujud pasrahku pada-MU
Menuju muara kasih-MU
Ya TUHANku…
Terbangkanlah rasa ini meninggi
Bersama sayap lantun doaku pada-MU
Bersama sujud pasrahku pada-MU
Menuju muara kasih-MU
Ya ALLAH…
Pertemukanlah kami dengan restu-MU
Jodohkanlah kami dengan ijin-MU
Izinkan aku mencintainya
Hingga kucinta segala sesuatu hanya karena-MU
Dan pertemukanlah kami di kursi pelaminan dengan restu kasih sayang-MU
Pertemukanlah kami dengan restu-MU
Jodohkanlah kami dengan ijin-MU
Izinkan aku mencintainya
Hingga kucinta segala sesuatu hanya karena-MU
Dan pertemukanlah kami di kursi pelaminan dengan restu kasih sayang-MU
Langganan:
Postingan (Atom)






