zikrullah n doa

Jumat, 30 Desember 2011

____Thanks untuk malam itu____

mimpi tentangnya hadir lagi hingga membuatku terjaga dari tidurku.malam itu semuanya terasa sunyi.tak ku dengar lagi suara riuh para pengunjung seperti siank hari.hawa malam dan keheningan membuatku sedikit merasa ketakutan.bagaimana tidak,sudah dua hari lamanya aku terbaring seorang diri di kamar yg penuh dengan alat pengobatan dan infus yang masih bertengger di sampingku.ya semua karna kebodohanku sendiri yang tak becus untuk menjadi pendonor darah gratis.hingga akhirnya aku harus rela menjadi pencicip obat untuk beberapa hari.ku rasakan ada yg beda dgn malam ini aku mencium bau parfum yang sangat menusuk hidung.aku segera menutup kembali mataku dan menerka nerka siapa pemilik bau wangi itu.jantungku mulai berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"OH TUHAN...mungkinkah ada hantu?"tanyaku dalam hati.menitpun berlalu tapi bau yg ku cium tak jua hengkang dari kamarku.setumpuk rasa penasaranpun mulai menghujani pikiranku.aku beranikan diri membuka mataku sedikit menatap tiap sudut kamar tempatku berbaring."dug"mungkin itulah bunyi yg tepat untuk menggambarkan detakan jantugku waktu itu akibat rasa kaget yg menghampiriku,bagaimana tidak ku menangkap sebuah bayangan yg sedang bersimpuh di lantai tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.ku segera menutup kembali mataku dan membalikkan badan membelakangi sosok itu.namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku.pikiranku mulai berperang menerka sosok yg barusan tertangkap oleh mataku."hantukah itu?????oh bukan...jawabku sendiri untuk menghalau perasaan takutku.pasti bukan hantu masak di negeri semaju ini masih ada juga hantu gentayangan,tapi bisa juga iya bukankah dunia lain itu ada dan tidak terkecuali negara maju sekalipun,buktinya bnyak teman2 yg bercerita pernah melihat hantu di apartemen apartemen tempat mereka tinggal.apalagi ini rumah sakit.
lantas jika itu manusia siapa yg sudi menjagaku malam malam begini???adi...rasanya gak mungkin apalagi dia besok harus kerja mengantar bos pagi pagi,mr.wong...sungguh tidak mungkin orang setua itu mnjagaku mlm mlm begini.mom... itu lebih tidak mungkin lagi.lantas siapa????mungkinkah suster ngesot...arghhhhhhh...."pluk...ada sesuatu bnda yg terjatuh dari meja di samping ranjangku yg tersenggol selimutku waktu ku tarik untuk menutup seluruh tubuhku.
"beibz..."seperti mndengar petir saat suara itu terdengar.panggilan dan suara itu udah tak asing lagi bagiku.beibz...panggilan kesayangan itu hanya terdengar oleh seorang teman yang sempat ku kenal beberapa bulan lalu saat memanggilku.dan aku seketika menoleh ke arah suara itu.seperti tak percaya aku menatap sosok seorang pemuda yg sedang berjalan menuju ke arahku.ya dialah rendi seorang pemuda kota yg pernah ku kenal melalui bosku dan pamannya.dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.aku menyambut tangannya dan berjabatan tangan tanpa berani menatap mukanya.malu itulah yg berada di benakku saat itu.aku menunggunya untuk melepaskan jabatan tangannya tanpa mengucap suatu kata apapun.barulah  beberapa detik kemudian dia mulai melepaskan jabatan tangannya dan berlalu menuju tempat saklar untuk menyalakan lampu yg lebih terang.
"kamu kenapa lagi beibz?"tanyanya datar sembari meletakkan tubuhnya di kursi samping ranjang tempatku berbaring.
"gak kenapa napa mas"
"kalau gak kenapa napa,kenapa bisa sampai di tempat ini?terus infus ini buat apa?terus apa yg terjadi hingga balutan itu menempel di pergelangan tangan kirimu?"tanyanya penuh selidik.aku hanya menghela nafas panjang tanpa memperdulikan pertanyaan yg terlontar dari mulut  mas rendi sambil mengalihkan tatapanku darinya.
"pasti gara gara laki laki itu lagi kan kamu berbuat senekat ini?"tanyanya menambahkan.aku tetap diam tanpa menjawab sederet pertanyaan darinya.
"mas kok bisa sampai sini ????"tanyaku basa basi walau sebenarnya berita akan kedatangannya dah ku dengar dari mr.wong beberapa minggu sebelumnya.dia tersenyum tipis,ntah apa arti dari senyum itu aku tak tahu.sekedar senyum atau dia dah membaca gelagatku untuk mengalihkan pembicaraan."kok gak jawab mas?mlah senyum doank"tanyaku sedikit merajuk kepadanya.
"beibz...kamu ingin tahu kenapa aku tersenyum?"aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan kata."ada tiga alasan yang membuat aku tersenyum padamu."tambahnya sambil menghela nafas panjang.
"yang pertama aku tersenyum bahagia krna bisa berjumpa dg gadis jutek sepertimu lagi dan sayanknya dalam kondisi yang sama broken heart,yang ke dua aku tersenyum heran kenapa kau masih juga suka mengalihkan pembicaraan.yang ke tiga aku tersenyum menahan geli karna kebodohanmu pada cinta mayamu."tuturnya menambahkan jawabannya.aku hanya tersenyum mendengar jawaban yg keluar dari mulut mas rendi.mungkin ucapannya benar.aku terlalu mengagungkan cinta dari roni yang ku kenal lewat dunia maya.yang akhirnya hanya menorehkan luka yg kesekian kalinya.tapi tidak... roni tidak menorehkan luka.ia hanya berada di posisi yg membingungkan,yang salah adalah aku sendiri.aku yang salah menempatkan cinta.aku yang keliru terlalu percaya pada setiap janjinya.roni orangnya baik,dia pasti menepati semua sumpah yg pernah dia ucapkan.aku yakin itu.aku yakin sekali.batinku berperang melawan pemikiran pemikiranku mengenai roni.hingga akhirnya aku tersadar oleh panggilan mas rendi kepadaku.
"kamu melamun beibz..."
"bebek adus kali ono banjer gedi ora iso nglali"
"keli teko ngawi"balas mas rendi sambil tertawa.
"kok ngawi?kenapa gak klaten?"tanyaku spontan
"kalau ngawi pas akhirannya i,kalau klatenkan akhirannya n."jawabnya membela diri.akupun tak bisa menahan tawa saat mndengar ucapannya.ntah sampai jam berapa obrolan itu berlanjut akupun tak ingat lagi,hingga akhirnya matakupun terlena kembali.candaan candaan darinya membuatku merasa tak sendiri lagi.walau tak dapat ku pungkiri hatiku masih begitu merindukan roni yang telah  pergi._______end_________ 

0 komentar:

Posting Komentar

Jumat, 30 Desember 2011

____Thanks untuk malam itu____

Diposting oleh Nayla Ahebich di 04.45
mimpi tentangnya hadir lagi hingga membuatku terjaga dari tidurku.malam itu semuanya terasa sunyi.tak ku dengar lagi suara riuh para pengunjung seperti siank hari.hawa malam dan keheningan membuatku sedikit merasa ketakutan.bagaimana tidak,sudah dua hari lamanya aku terbaring seorang diri di kamar yg penuh dengan alat pengobatan dan infus yang masih bertengger di sampingku.ya semua karna kebodohanku sendiri yang tak becus untuk menjadi pendonor darah gratis.hingga akhirnya aku harus rela menjadi pencicip obat untuk beberapa hari.ku rasakan ada yg beda dgn malam ini aku mencium bau parfum yang sangat menusuk hidung.aku segera menutup kembali mataku dan menerka nerka siapa pemilik bau wangi itu.jantungku mulai berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"OH TUHAN...mungkinkah ada hantu?"tanyaku dalam hati.menitpun berlalu tapi bau yg ku cium tak jua hengkang dari kamarku.setumpuk rasa penasaranpun mulai menghujani pikiranku.aku beranikan diri membuka mataku sedikit menatap tiap sudut kamar tempatku berbaring."dug"mungkin itulah bunyi yg tepat untuk menggambarkan detakan jantugku waktu itu akibat rasa kaget yg menghampiriku,bagaimana tidak ku menangkap sebuah bayangan yg sedang bersimpuh di lantai tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.ku segera menutup kembali mataku dan membalikkan badan membelakangi sosok itu.namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku.pikiranku mulai berperang menerka sosok yg barusan tertangkap oleh mataku."hantukah itu?????oh bukan...jawabku sendiri untuk menghalau perasaan takutku.pasti bukan hantu masak di negeri semaju ini masih ada juga hantu gentayangan,tapi bisa juga iya bukankah dunia lain itu ada dan tidak terkecuali negara maju sekalipun,buktinya bnyak teman2 yg bercerita pernah melihat hantu di apartemen apartemen tempat mereka tinggal.apalagi ini rumah sakit.
lantas jika itu manusia siapa yg sudi menjagaku malam malam begini???adi...rasanya gak mungkin apalagi dia besok harus kerja mengantar bos pagi pagi,mr.wong...sungguh tidak mungkin orang setua itu mnjagaku mlm mlm begini.mom... itu lebih tidak mungkin lagi.lantas siapa????mungkinkah suster ngesot...arghhhhhhh...."pluk...ada sesuatu bnda yg terjatuh dari meja di samping ranjangku yg tersenggol selimutku waktu ku tarik untuk menutup seluruh tubuhku.
"beibz..."seperti mndengar petir saat suara itu terdengar.panggilan dan suara itu udah tak asing lagi bagiku.beibz...panggilan kesayangan itu hanya terdengar oleh seorang teman yang sempat ku kenal beberapa bulan lalu saat memanggilku.dan aku seketika menoleh ke arah suara itu.seperti tak percaya aku menatap sosok seorang pemuda yg sedang berjalan menuju ke arahku.ya dialah rendi seorang pemuda kota yg pernah ku kenal melalui bosku dan pamannya.dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.aku menyambut tangannya dan berjabatan tangan tanpa berani menatap mukanya.malu itulah yg berada di benakku saat itu.aku menunggunya untuk melepaskan jabatan tangannya tanpa mengucap suatu kata apapun.barulah  beberapa detik kemudian dia mulai melepaskan jabatan tangannya dan berlalu menuju tempat saklar untuk menyalakan lampu yg lebih terang.
"kamu kenapa lagi beibz?"tanyanya datar sembari meletakkan tubuhnya di kursi samping ranjang tempatku berbaring.
"gak kenapa napa mas"
"kalau gak kenapa napa,kenapa bisa sampai di tempat ini?terus infus ini buat apa?terus apa yg terjadi hingga balutan itu menempel di pergelangan tangan kirimu?"tanyanya penuh selidik.aku hanya menghela nafas panjang tanpa memperdulikan pertanyaan yg terlontar dari mulut  mas rendi sambil mengalihkan tatapanku darinya.
"pasti gara gara laki laki itu lagi kan kamu berbuat senekat ini?"tanyanya menambahkan.aku tetap diam tanpa menjawab sederet pertanyaan darinya.
"mas kok bisa sampai sini ????"tanyaku basa basi walau sebenarnya berita akan kedatangannya dah ku dengar dari mr.wong beberapa minggu sebelumnya.dia tersenyum tipis,ntah apa arti dari senyum itu aku tak tahu.sekedar senyum atau dia dah membaca gelagatku untuk mengalihkan pembicaraan."kok gak jawab mas?mlah senyum doank"tanyaku sedikit merajuk kepadanya.
"beibz...kamu ingin tahu kenapa aku tersenyum?"aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan kata."ada tiga alasan yang membuat aku tersenyum padamu."tambahnya sambil menghela nafas panjang.
"yang pertama aku tersenyum bahagia krna bisa berjumpa dg gadis jutek sepertimu lagi dan sayanknya dalam kondisi yang sama broken heart,yang ke dua aku tersenyum heran kenapa kau masih juga suka mengalihkan pembicaraan.yang ke tiga aku tersenyum menahan geli karna kebodohanmu pada cinta mayamu."tuturnya menambahkan jawabannya.aku hanya tersenyum mendengar jawaban yg keluar dari mulut mas rendi.mungkin ucapannya benar.aku terlalu mengagungkan cinta dari roni yang ku kenal lewat dunia maya.yang akhirnya hanya menorehkan luka yg kesekian kalinya.tapi tidak... roni tidak menorehkan luka.ia hanya berada di posisi yg membingungkan,yang salah adalah aku sendiri.aku yang salah menempatkan cinta.aku yang keliru terlalu percaya pada setiap janjinya.roni orangnya baik,dia pasti menepati semua sumpah yg pernah dia ucapkan.aku yakin itu.aku yakin sekali.batinku berperang melawan pemikiran pemikiranku mengenai roni.hingga akhirnya aku tersadar oleh panggilan mas rendi kepadaku.
"kamu melamun beibz..."
"bebek adus kali ono banjer gedi ora iso nglali"
"keli teko ngawi"balas mas rendi sambil tertawa.
"kok ngawi?kenapa gak klaten?"tanyaku spontan
"kalau ngawi pas akhirannya i,kalau klatenkan akhirannya n."jawabnya membela diri.akupun tak bisa menahan tawa saat mndengar ucapannya.ntah sampai jam berapa obrolan itu berlanjut akupun tak ingat lagi,hingga akhirnya matakupun terlena kembali.candaan candaan darinya membuatku merasa tak sendiri lagi.walau tak dapat ku pungkiri hatiku masih begitu merindukan roni yang telah  pergi._______end_________ 

0 komentar on "____Thanks untuk malam itu____"

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates