hai ihsan yang budiman...
tahukah kamu di sini aku merindumu
bukan karna paras wajahmu
bukan karna harta yang ada padamu
bukan pula kedudukan yang telah bersamamu
tapi karna ayat ayat yang pernah kau ajarkan padaku
hai ihsan yang berjiwa penyayang...
tak bisakah kau ajarkan kembali padaku
setiap ayat yang pernah kau bacakan
setiap makna yang pernah kau sampaikan
setiap arti yang pernah kau uraikan
adakah terselip di kalbumu untuk memilikiku
adakah di dasar hatimu untuk membuatku halal bagimu
membangun tiang tiang cinta dengan bahan kecintaan pada-NYA
menciptakan pondok kasih sayang dengan dinding ayat ayat-NYAalangkah damainya...alangkah indahnya...jika semua itu bisa terwujud antara kita berdua nantinya....
hai ihsan yang penuh kelembutan
tapi ku bukanlah seperti ahwat ahwat yang lainnya
yang punya kelebihan yang tersandang pada diri mereka
yang punya daya pikir cemerlang laksana cahaya pada lampu yang menyala
aku hanyalah wanita biasa yang laksana pasir terserakan di mana mana
sangat kecil dan mudah di temukan di mana saja
lantas apakah ku pantas bila ku mendambamu hai ihsan yang mulia
apakah ku bisa bersanding denganmu nantinya....
Rabu, 20 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rabu, 20 Juli 2011
_______RINDUKU PADAMU HAI IHSAN_______
hai ihsan yang budiman...
tahukah kamu di sini aku merindumu
bukan karna paras wajahmu
bukan karna harta yang ada padamu
bukan pula kedudukan yang telah bersamamu
tapi karna ayat ayat yang pernah kau ajarkan padaku
hai ihsan yang berjiwa penyayang...
tak bisakah kau ajarkan kembali padaku
setiap ayat yang pernah kau bacakan
setiap makna yang pernah kau sampaikan
setiap arti yang pernah kau uraikan
adakah terselip di kalbumu untuk memilikiku
adakah di dasar hatimu untuk membuatku halal bagimu
membangun tiang tiang cinta dengan bahan kecintaan pada-NYA
menciptakan pondok kasih sayang dengan dinding ayat ayat-NYAalangkah damainya...alangkah indahnya...jika semua itu bisa terwujud antara kita berdua nantinya....
hai ihsan yang penuh kelembutan
tapi ku bukanlah seperti ahwat ahwat yang lainnya
yang punya kelebihan yang tersandang pada diri mereka
yang punya daya pikir cemerlang laksana cahaya pada lampu yang menyala
aku hanyalah wanita biasa yang laksana pasir terserakan di mana mana
sangat kecil dan mudah di temukan di mana saja
lantas apakah ku pantas bila ku mendambamu hai ihsan yang mulia
apakah ku bisa bersanding denganmu nantinya....
tahukah kamu di sini aku merindumu
bukan karna paras wajahmu
bukan karna harta yang ada padamu
bukan pula kedudukan yang telah bersamamu
tapi karna ayat ayat yang pernah kau ajarkan padaku
hai ihsan yang berjiwa penyayang...
tak bisakah kau ajarkan kembali padaku
setiap ayat yang pernah kau bacakan
setiap makna yang pernah kau sampaikan
setiap arti yang pernah kau uraikan
adakah terselip di kalbumu untuk memilikiku
adakah di dasar hatimu untuk membuatku halal bagimu
membangun tiang tiang cinta dengan bahan kecintaan pada-NYA
menciptakan pondok kasih sayang dengan dinding ayat ayat-NYAalangkah damainya...alangkah indahnya...jika semua itu bisa terwujud antara kita berdua nantinya....
hai ihsan yang penuh kelembutan
tapi ku bukanlah seperti ahwat ahwat yang lainnya
yang punya kelebihan yang tersandang pada diri mereka
yang punya daya pikir cemerlang laksana cahaya pada lampu yang menyala
aku hanyalah wanita biasa yang laksana pasir terserakan di mana mana
sangat kecil dan mudah di temukan di mana saja
lantas apakah ku pantas bila ku mendambamu hai ihsan yang mulia
apakah ku bisa bersanding denganmu nantinya....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar